Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Warga Pekanbaru Nyaris Tertipu Investasi Bodong, OJK Pastikan Aplikasi 68EA Ilegal

Ekonomi,

Warga Pekanbaru Nyaris Tertipu Investasi Bodong, OJK Pastikan Aplikasi 68EA Ilegal

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 05 Agu 2025 13:37
cakaplah.com
Seorang warga Pekanbaru bernama Lusiana nyaris menjadi korban investasi bodong yang mengatasnamakan aplikasi 68EA atau dikenal juga dengan nama GS Investment Group.

Modus investasi ini memanfaatkan skema yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, tanpa aktivitas jual beli produk.

Lusiana mengaku awalnya dihubungi oleh temannya melalui WhatsApp dan ditawari untuk ikut berinvestasi di GS & 68EA. Temannya mengklaim bahwa perusahaan tersebut berkantor pusat di Sydney, Australia, dan menyatakan bahwa investor hanya perlu "menangkap sinyal" pada jam-jam tertentu tanpa harus menjual atau membeli produk apapun.

"Katanya, kita cukup investasi, nanti GS yang memutar uang dan 68EA yang menyimpannya. Dana kita disimpan melalui platform INDODAX, dan setoran awal minimal sebesar $1.000," ujar Lusiana kepada CAKAPLAH.com, Selasa (5/8/2025).

Lebih lanjut, teman Lusiana bahkan memberikan testimoni bahwa dirinya telah mendapatkan keuntungan fantastis dalam waktu singkat.

"Aku join tanggal 27 Juni, dan karena dapat member langsung, tanggal 27 Juli aku sudah dapat pengembalian sebesar Rp14.700.000. Modal awalku Rp16.500.000 masih tetap di dalam untuk diputar kembali," ungkapnya.

Tidak hanya itu, teman Lusiana juga mengklaim bahwa adik-adiknya yang ikut bergabung telah menarik keuntungan puluhan juta rupiah dalam waktu kurang dari dua bulan.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tegas menyatakan bahwa GS & 68EA merupakan entitas ilegal.

Hal ini disampaikan oleh Analis Eksekutif Senior Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Hudiyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Sekretariat Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal).

"GS & 68EA itu ilegal. Kalau soal keuangan, kita harus suudzon dulu. Suara bisa dikloning, WhatsApp bisa dibajak. Jangan mudah percaya," tegas Hudiyanto.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu reaktif dan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi.

"Konsep suara bisa diambil, bahkan pimpinan lembaga juga bisa jadi korban. Jadi kalau ada penawaran mencurigakan, jangan langsung percaya, klarifikasi dan pikir dua kali sebelum bertindak," pesannya.

OJK mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek legalitas perusahaan investasi melalui situs resmi atau menghubungi layanan konsumen OJK sebelum memutuskan untuk menanamkan dana.

"Waspada dan berhati-hati adalah kunci utama dalam menghadapi maraknya penipuan berkedok investasi di era digital saat ini. Kami juga mengingatkan agar masyarakat membiasakan untuk melihat aspek 2L yaitu Legal dan Logis sebelum melakukan investasi," sebutnya.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:03

    Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

    JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.