Kamis, 30 Jul 2026
  • Home
  • Ekbis
  • Warga Pekanbaru Nyaris Tertipu Investasi Bodong, OJK Pastikan Aplikasi 68EA Ilegal

Ekonomi,

Warga Pekanbaru Nyaris Tertipu Investasi Bodong, OJK Pastikan Aplikasi 68EA Ilegal

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 05 Agu 2025 13:37
cakaplah.com
Seorang warga Pekanbaru bernama Lusiana nyaris menjadi korban investasi bodong yang mengatasnamakan aplikasi 68EA atau dikenal juga dengan nama GS Investment Group.

Modus investasi ini memanfaatkan skema yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat, tanpa aktivitas jual beli produk.

Lusiana mengaku awalnya dihubungi oleh temannya melalui WhatsApp dan ditawari untuk ikut berinvestasi di GS & 68EA. Temannya mengklaim bahwa perusahaan tersebut berkantor pusat di Sydney, Australia, dan menyatakan bahwa investor hanya perlu "menangkap sinyal" pada jam-jam tertentu tanpa harus menjual atau membeli produk apapun.

"Katanya, kita cukup investasi, nanti GS yang memutar uang dan 68EA yang menyimpannya. Dana kita disimpan melalui platform INDODAX, dan setoran awal minimal sebesar $1.000," ujar Lusiana kepada CAKAPLAH.com, Selasa (5/8/2025).

Lebih lanjut, teman Lusiana bahkan memberikan testimoni bahwa dirinya telah mendapatkan keuntungan fantastis dalam waktu singkat.

"Aku join tanggal 27 Juni, dan karena dapat member langsung, tanggal 27 Juli aku sudah dapat pengembalian sebesar Rp14.700.000. Modal awalku Rp16.500.000 masih tetap di dalam untuk diputar kembali," ungkapnya.

Tidak hanya itu, teman Lusiana juga mengklaim bahwa adik-adiknya yang ikut bergabung telah menarik keuntungan puluhan juta rupiah dalam waktu kurang dari dua bulan.

Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan tegas menyatakan bahwa GS & 68EA merupakan entitas ilegal.

Hal ini disampaikan oleh Analis Eksekutif Senior Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Hudiyanto, yang juga menjabat sebagai Ketua Sekretariat Satgas PASTI (Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal).

"GS & 68EA itu ilegal. Kalau soal keuangan, kita harus suudzon dulu. Suara bisa dikloning, WhatsApp bisa dibajak. Jangan mudah percaya," tegas Hudiyanto.

Ia mengingatkan masyarakat agar tidak terlalu reaktif dan mudah tergiur dengan iming-iming keuntungan tinggi.

"Konsep suara bisa diambil, bahkan pimpinan lembaga juga bisa jadi korban. Jadi kalau ada penawaran mencurigakan, jangan langsung percaya, klarifikasi dan pikir dua kali sebelum bertindak," pesannya.

OJK mengimbau masyarakat untuk selalu mengecek legalitas perusahaan investasi melalui situs resmi atau menghubungi layanan konsumen OJK sebelum memutuskan untuk menanamkan dana.

"Waspada dan berhati-hati adalah kunci utama dalam menghadapi maraknya penipuan berkedok investasi di era digital saat ini. Kami juga mengingatkan agar masyarakat membiasakan untuk melihat aspek 2L yaitu Legal dan Logis sebelum melakukan investasi," sebutnya.***(Cakaplah.com)
Sumber: cakaplah.com

Ekbis
Berita Terkait
  • Kamis, 30 Jul 2026 16:18

    Plt Bupati Tegaskan Pemerintah Daerah Hadir sebagai Fasilitator Terkait Eks Lahan PT Adimulia Agrolestari

    TELUKKUANTAN - Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi hadir sebagai fasilitator dalam menyelesaikan persoalan lahan eks 200 hektare PT Adimulia Agr

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:17

    Anggota Polri Staf KPK Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang

    JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiya

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:08

    'Perbaiki Surat Dakwaan', Kejagung Pastikan Kasus Dokter Tifa Tetap Berjalan

    JAKARTA - Jaksa penuntut umum memastikan kelanjutan proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Berkas perkara dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:05

    Melangkah Bersama PHR, Koperasi Pucuk Rebung Ekspor Produk UMKM Hingga Negeri Sakura

    PEKANBARU â€"Yuneli (49) tidak pernah membayangkan perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung bisa sejauh ini. Berawal dari kesederhanaan dapur-dapur rumah tangga di Pekanbaru, kini produk-produk olahan lo

  • Kamis, 30 Jul 2026 16:03

    Pangdam Mutasi Empat Perwira dari Jabatan Strategis

    PEKANBARU - Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo lakukan rotasi empat jabatan strategis. Mutasi jabatan tersebut bagian dari pembinaan personel dan penyega

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki