Jumat, 17 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Ayah di Riau Mutilasi Anak kandung, Pura-pura Cukur Rambut Lalu Tebas Leher Korban dari Belakang

Ayah di Riau Mutilasi Anak kandung, Pura-pura Cukur Rambut Lalu Tebas Leher Korban dari Belakang

Admin
Selasa, 05 Jul 2022 09:58
pekanbaru.tribunnews.com

INHIL - Sejumlah fakta baru terungkap terkait kasus pembunuhan oleh ayah kandung terhadap anaknya dengan cara mutilasi di Kabupaten Inhil, Provinsi Riau.

Pelaku pria bernama Arharubi (42), diamankan usai melakukan pembunuhan terhadap anak perempuannya, F yang masih berusia 9 tahun.

Pelaku melakukan aksinya di rumahnya di Jalan Propinsi Kelurahan 4, Tembilahan Barat, Kecamatan Tembilahan Hulu, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau pada Senin (13/6/2022) lalu.

Pelaku menghabisi nyawa putrinya sendiri secara sadis. Ia memotong bagian tubuh korban menjadi beberapa bagian.

Usai ditangkap, pelaku dibawa ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan, untuk menjalani observasi sekitar 14 hari.

Observasi ini, bertujuan untuk memastikan apakah memang pelaku mengalami gangguan kejiwaan atau tidak.

Pasalnya, pelaku terindikasi merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Namun dari dari observasi, pelaku tidak mengalami gangguan jiwa alias waras.

Pelaku sudah dibawa ke Polres Inhil untuk menjalani penahanan, sembari penyidik kepolisian melengkapi proses pemberkasan perkaranya

Kapolsek Tembilahan Hulu, Iptu Ricky Marzuki memaparkan, pelaku sudah diperiksa oleh penyidik.

"Dia mengakui melakukan pembunuhan, alasannya dia nggak mau hidup anaknya nanti susah dan sengsara. Dilakukannya lah pembunuhan itu. Katanya biar anaknya di Surga," kata Iptu Ricky, Senin (4/7/2022).

"Tapi kita masih mendalami, karena dia juga plin-plan, motif lain apakah ada masalah tertentu, belum tahu kita," imbuh Kapolsek.



Sadis, Pura-pura Cukur Rambut Sang Anak

Dipaparkan Iptu Ricky, pelaku juga membeberkan kepada penyidik bagaimana proses pembunuhan terjadi.

Awalnya di hari nahas itu, pelaku memanggil sang anak. Dia beralasan, ingin mencukur rambut anaknya tersebut.

"Biasa memang dia yang mencukur rambut anaknya. Lalu ditebasnya leher anaknya dari belakang," ungkap Iptu Ricky.

Usai mendapat tebasan di leher, korban masih bernyawa. Bahkan korban masih sempat memanggil pelaku.

"Saat sekarat itu, anaknya masih manggil bapak. Setelah itu, dia (pelaku,red) pangku anaknya, dia sembelih," ucap Kapolsek.

Korban akhirnya meregang nyawa. Dalam posisi kepalanya sudah terpisah dari badan.

Sejurus kemudian, pelaku menanam kepala korban. Sedangkan bagian badan, ia gotong dengan dibungkus tikar ke arah pinggir sungai.

Di sanalah, baru pelaku memotong-motong tubuh korban dan menjadikannya beberapa bagian.

Iptu Ricky menerangkan, saat ini proses pemberkasan masih berjalan. Petugas juga akan berkoordinasi dengan kejaksaan.

"Kita akan ambil keterangan saksi ahli juga, untuk menguatkan hasil observasi," jelasnya.

Saat ditanyai apakah sebelumnya ada indikasi pelaku pura-pura gila untuk mengelabui petugas, Iptu Ricky tak bisa memastikan.

Yang jelas, berdasarkan hasil observasi kejiwaan, dia dinyatakan tidak mengalami gangguan jiwa.

"Karena kan hasil observasi tidak bisa dibohongi. Saya dapat informasi saat observasi dia menjalani kehidupan dengan normal selama 14 ," pungkasnya.



Usai membunuh, Meracau Sambil Tenteng Organ Anak


Terungkapnya peristiwa pembunuhan mutilasi ini, berawal saat petugas mendapat laporan dari masyarakat adanya seorang pria yang mengamuk di jalanan.

Sebelumnya, pria itu juga tampak berjalan sambil menenteng diduga organ dalam tubuh korban berupa hati.

Ia sambil berteriak-teriak "ini kan yang kalian mau, ini yang kalian mau" kata pelaku ketika itu.

"Jadi ngamuknya dia itu megang parang, berdiri di pinggir jalan, lalu dia pukul mobil orang. Ada mobil yang sampai pecah juga. Dapat laporan itu, ka, ternyata pelaku tidak mau.

"Kita upayakan terus membujuk tapi tidak bisa. Malah sampai 2 kali kita diserang. Jadi karena ada seperti itu saya minta anggota mundur semua, saya panggil pihak keluarganya. Akhirnya datang abangnya yang paling tua, akhirnya dia mau. Setelah parang lepas, baru kita amankan," ucap Kapolsek.

Kemudian, saat posisi tangannya terborgol, pelaku berjalan menuju ke rumahnya. Ia lalu pergi ke arah belakang rumah.

Pelaku mengambil bungkusan. Tampak ada potongan kepala korban. Pelaku menyerahkannya kepada polisi.

Dari sana, petugas melanjutkan pencarian terhadap potongan tubuh korban lainnya.

Pencarian sampai dilakukan ke arah pinggir sungai.

"Setelah kita cari, baru kita temukan bagian bawah tubuh anaknya dari perut ke kaki. Kita cari lagi, dapat isi perutnya, ada jantungnya, ususnya. Kita cari lagi, dapat lengannya sebelah kiri. Tapi karena air pasang, kita tidak bisa cari lagi. Setelah sore mau Maghrib, air surut. Disitu kita dapatkan lengannya sebelah lagi dan badannya sebelah lagi," urainya.

Berdasarkan hasil autopsi korban, kematian disebabkan oleh tebasan dibagian leher.

Kapolsek memaparkan, pelaku langsung diamankan di sel rumah sakit umum setempat. Ia masih saja terus mengamuk.

Diterangkan Iptu Ricky, sebelumnya pada pagi hari, pelaku masih sempat mencari udang. Korban juga diketahui meminjam jilbab kepada temannya untuk pergi ke sekolah.

Sekembalinya mencari udang itulah menurut keterangan warga, pelaku mulai marah-marah kepada anaknya.

Pelaku diketahui sehari-hari tinggal bersama korban. Pelaku sudah berpisah dengan istrinya. Satu orang anak yang lain, ikut bersama istri pelaku.

"Karena terindikasi gangguan jiwa, pelaku diamankan di sel di rumah sakit. Tangan diborgol, kaki diborgol. Kita juga lakukan pengamanan di sana," ucapnya.

Pelaku dijerat Pasal 76C junto Pasal 80 ayat 3 UU Perlindungan Anak.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.