Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • BNNK Surabaya Tangkap Seorang Mahasiswa yang Beli 1 Kg Ganja untuk Lebaran

Hukrim

BNNK Surabaya Tangkap Seorang Mahasiswa yang Beli 1 Kg Ganja untuk Lebaran

Senin, 20 Mei 2019 08:59
Detik.com
Irsyad Khamami (kiri)
SURABAYA - BNN Surabaya meringkus seorang mahasiswa sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Surabaya bernama Irsyad Khamami (25), saat akan mengambil paket ekspedisi. Dari tangan Irsyad, BNN mengamankan paket narkoba jenis ganja seberat 1 kg.

Plt Kasi Penindakan BNN Kota Surabaya Kompol Damar Bastiar mengatakan, pihaknya telah mengintai Irsyad selama tiga hari. Namun baru hari ini berhasil ditangkap.

"Kita mengawasi pergerakan yang bersangkutan lebih dari seminggu. Kemudian kita menyanggong selama tiga hari. Mulai hari Jumat malam gagal, Sabtumalam gagal, akhirnya dapat minggu sore ini," kata Damar kepada wartawan di kantor BNN Kota Surabaya, Minggu (19/5/2019).

Sedangkan untuk modus pengiriman, lanjut Damar, tersangka melakukan pemesanan dari jaringan Aceh melalui paket ekspedisi. Irsyad ditangkap di daerah Siwalankerto.

"Yang bersangkutan melakukan pemesanan dengan bandar penjual narkotika jenis ganja jaringan Aceh. Dikirim melalui jasa pengiriman paket dalam hal ini JNE," terang Damar.

"Dan di tengah perjalanan (pengiriman paket) dia minta dikirim ke daerah Siwalankerto tepatnya di frontage road. Di sana kita lakukan penangkapan," imbuhnya.

Damar menambahkan, dari tangan tersangka pihaknya menyita ganja seberat 1 kg dan mempunyai kualitas bagus. Itu dibuktikan dengan bentuk daun ganja kering yang tidak terurai.

"Beratnya sekitar 1 kg. Untuk kualitas cukup bagus. Ini bentuk daunnya juga masih bagus tidak terurai. Bahannya memang bagus," bebernya.

Tersangka mengaku rutin memesan ganja hampir setiap bulan. Selain untuk dipakai sendiri, ia juga mengedarkan di kalangan mahasiswa. Sedangkan untuk pemesanan 1 kg ini, ia mengungkapkan untuk stok selama Lebaran.

"Sudah setahun jualan (ganja). Saya edarkan juga ke teman-teman mahasiswa dengan harga Rp 100 sampai Rp 200 ribu. Kenal jaringan (pemesanan) dari online belinya Rp 1,4 juta tiap bulan sekali," papar tersangka.

"Kalau pesanan ini digunakan untuk stok lebaran. Nggak banyak pemesanan tapi saya utamakan buat saya sendiri selebihnya baru saya jual," pungkasnya.


Sumber: detik.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 16:47

    Harga Cabai Naik di Pasar Bengkalis, Ayam Potong dan Kampung Malah Turun

    BENGKALIS - Harga cabai merah di pasar Terubuk Bengkalis kembali mengalami kenaikan.Sejak tiga hari terakhir cabai merah di jual pedagang Pasar Terubuk kisaran Rp 40 ribu perkilogramnya.Bahkan kenaika

  • Senin, 04 Mei 2026 15:13

    Benarkah Makan Buah Apel Bisa Bikin Kurus?

    JAKARTA - Benarkah makan buah apel bisa bikin kurus? Yuk simak jawabannya. Di balik tampilan buah apel yang biasa, terdapat manfaat besar yang bisa didapat oleh tubuh, salah satunya dalam penurunan be

  • Senin, 04 Mei 2026 15:08

    Dokter Internship Meninggal, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Desak Bentuk Tim Audit

    JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak adanya audit dan pembentukan tim audit terkait kasus meninggalnya dokter internship.Salah satu kasus terbarunya adalah kepergian dr.

  • Senin, 04 Mei 2026 14:29

    Waspada Heatstroke Saat Haji, Dokter Ingatkan Bahaya Suhu 40 Derajat Celsius

    Madinah - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini men

  • Senin, 04 Mei 2026 14:16

    Kronologi dan Modus Pengasuh Pondok Pesantren di Pati Cabuli Puluhan Santriwati

    Kasus asusila ini terungkap saat Ali Yusron sebagai pengacara salah satu korban, membongkar modus terduga pelaku yang tega mencabuli puluhan santriwati. Ali menyebut bahwa terduga kiai cabul awalnya m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.