hukrim
KPK Diminta Monitoring Proyek di Bengkalis
Laporan : Afdal Aulia
Rabu, 25 Apr 2018 09:02
sejumlah kalangan mengharapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan monitoring (pemantauan,red) di Bengkalis.
"Selama ini sudah bukan rahasia lagi, bagaimana proses pelelangan
proyek maupun pembagian proyek PL di Bengkalis diduga kuat sarat
dengan proses gratifikasi. Artinya rekanan pengadaan barang dan jasa
harus menyetor uang untuk mendapatkan proyek-proyek tersebut terlebih dahulu, dengan nilai yang variatif tergantung besaran proyek. Untuk itulah kita meminta KPK melakukan monitoring proses tersebut ke
Bengkalis,"saran Abdul Rahman Siregar, pegiat anti korupsi di
Bengkalis, Rabu (25/04/2018).
Disebutnya, diduga selama ini kegiatan pengadaan barang dan
jasa sarat dengan proses gratifikasi, apakah itu di Organisasi
Pemerintah Daerah (OPD) maupun Unit Layanan Pengadaan (ULP) Barang dan Jasa. Seperti tahun 2017 lalu, informasi yang beredar bahwa untuk kegiatan pengadaan barang dan jasa reguler setoran mencapai 10 hingga 18 persen dari nilai proyek, bahkan untuk proyek PL menembus angka 15-20 persen oleh pengambil kebijakan di OPD.
"Dengan dilakukannya monitoring oleh KPK terhadap kegiatan
pengadaan barang dan jasa, juga mempermudah masyarakat menyampaikan pengaduan secara langsung terkait temuan yang didapatkan. Kemudian apabila terbukti bisa diproses secara hukum, atau penangkapan melalui operasi tangkap tangan (OTT),"ulas Abdul Rahman, yang juga Direktur
Eksekutif Badan Anti Korupsi-Lembaga Investigasi Penyelamatan Uang Negara (BAK-LIPUN) Bengkalis.
Senada dengan itu, Asriyalmi salah seorang warga Bengkalis
berpendapat bahwa KPK datang ke Bengkalis tidak hanya pada proses
penggeledahan semata terhadap sebuah kasus, tapi juga pemantauan
secara berkala, karena kegiatan pengadaan barang dan jasa di Bengkalis rawan praktek korupsi atau gratifikasi.
"Kita setuju KPK melakukan monitoring terhadap kegiatan
pengadaan barang dan jasa pemerintah di Bengkalis. Dan upaya ini tentu dilakukan untuk menyelamatkan keuangan negara serta menghindari terjadinya praktek KKN dalam pembangunan di Bengkalis, termasuk harapan supaya KPK membongkar tuntas kasus yangs edang ditangani sekarang,"papar Asriyalmi, mantan Ketua KNPI kabupaten Bengkalis. (afd)
Hukrim
DPO Narkoba Dibekuk saat Menghadiri Pesta Pernikahan
BENGKALIS - Pelarian buronan kasus narkotika berakhir dramatis. Pria berinisial L (46), yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ditangkap Tim Opsnal Polsek Rupat, saat menghadiri pesta pernikah
Polri Periksa 86 Rekaman CCTV Usut Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS
JAKARTA - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan terus mengusut tuntas kasus dugaan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kon
Susul Eks Menag Yaqut, Gus Alex Kini Ditahan KPK dan Kenakan Rompi Oranye
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan mantan staf khusus Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, Ishfah Abidal Aziz (IAA) alias Gus Alex, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji. Ia ditahan us
Polda Metro Gagalkan Peredaran Narkoba Jelang Lebaran, 10 Kg Ganja Disita
Jakarta - Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkoba di wilayah Grogol, Jakarta Barat (Jakbar). Barang bukti berupa 10 kilogram (kg) ganja berhasil disita pihak kepolis
Viral! Jambret Rampas Santunan Anak Yatim di Pekanbaru, Polisi Kantongi Identitas Pelaku
Pekanbaru - Aksi penjambretan terhadap seorang anak yatim terjadi di Jalan Unggas, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Senin (16/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. Peristiwa ini menjadi perhat