Kabur ke Hotel di Bukittinggi, Komplotan Penjahat Jalanan Disikat Polisi, Dua Orang Ditembak
Jumat, 14 Agu 2015 08:36
Hasil keterangan yang dirangkum GoRiau.com, dua orang dari mereka ditembak polisi kakinya, karena berupaya melarikan diri dan melawan petugas. Kesemuanya diduga merupakan komplotan penjahat asal Kabupaten Curup, Provinsi Bengkulu. Keberadaannya terendus, setelah sebelumnya dua rekan mereka, Herianto dan Guntur, tertangkap pada Rabu kemarin. Selain itu, hasil olah tempat kejadian perkara dan rekaman CCTV juga mengindikasikan keterlibatan para pelaku.
Identitas delapan orang itu adalah Wahrul, Rio, Mustar, Wahyu, Delfis, Abas, Andre serta Taufik. Mereka diciduk saat menginap di Hotel Denai Bukittinggi, Sumbar, Kamis (13/8/2015). "W dan R terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan terukur pada kakinya karena melawan petugas pada saat akan ditangkap," kata Kapolsek Senapelan, AKP Angga F Herlambang, Jumat (14/8/2015) dinihari.
Selain mereka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp19 juta, tiga unit sepeda motor Satria FU dan satu unit Yamaha Vixion. Delapan orang ini diamankan polisi ketika tengah menginap di dalam kamar nomor 107, 109, 116 dan 117. "Empat pelaku diduga adalah komplotan pencuri spesialis pecah kaca dan lainnya komplotan pencuri spesialis gembos ban yang sasarannya adalah mobil," lanjutnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, Wahrul, Rio, Mustar dan Wahyu, merupakan pelaku gembos bas mobil, dimana aksinya sukses membawa kabur uang Rp250 juta yang ditaruh di dalam mobil, milik korban bernama Sukiman. "Modusnya saat korban memeriksa ban mobil yang kempes, yang bersangkutan (pelaku) segera membuka pintu mobil dan mengambil tas berisi uang," sebut Kapolsek.
Lain lagi dengan Delfis dan Abas, yang beberapa waktu lalu diduga terlibat kejahatan modus pecah kaca mobil, di Jalan Angsa II, Kecamatan Sukajadi, Pekanbaru. Usai memecahkan kaca mobil jenis Honda Freed, keduanya langsung membawa lari tas berisikan uang Rp5 juta. Kuat dugaan mereka sudah menargetkan korbannya yang keluar mengambil uang di ATM ataupun Bank.
Dari informasi yang diperoleh, para pelaku kini sedang diproses oleh masing-masing Polsek (Sukajadi dan Senapelan) sesuai dengan lokasi mereka beraksi. Sementara untuk Delfis, Abas, Andre serta Taufik, dibawa Polresta Pekanbaru guna menjalani penyelidikan, untuk mengungkap dugaan aksi kejahatan serupa diberbagai tempat di Pekanbaru, Riau. (grc)
Hasil keterangan yang dirangkum GoRiau.com,
dua orang dari mereka ditembak polisi kakinya, karena berupaya
melarikan diri dan melawan petugas. Kesemuanya diduga merupakan
komplotan penjahat asal Kabupaten Curup, Provinsi Bengkulu.
Keberadaannya terendus, setelah sebelumnya dua rekan mereka, Herianto
dan Guntur, tertangkap pada Rabu kemarin. Selain itu, hasil olah tempat
kejadian perkara dan rekaman CCTV juga mengindikasikan keterlibatan para
pelaku.
Identitas delapan orang itu adalah Wahrul, Rio,
Mustar, Wahyu, Delfis, Abas, Andre serta Taufik. Mereka diciduk saat
menginap di Hotel Denai Bukittinggi, Sumbar, Kamis (13/8/2015). "W dan R
terpaksa kita lumpuhkan dengan tembakan terukur pada kakinya karena
melawan petugas pada saat akan ditangkap," kata Kapolsek Senapelan, AKP
Angga F Herlambang, Jumat (14/8/2015) dinihari.
Selain mereka,
polisi juga mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp19 juta, tiga
unit sepeda motor Satria FU dan satu unit Yamaha Vixion. Delapan orang
ini diamankan polisi ketika tengah menginap di dalam kamar nomor 107,
109, 116 dan 117. "Empat pelaku diduga adalah komplotan pencuri
spesialis pecah kaca dan lainnya komplotan pencuri spesialis gembos ban
yang sasarannya adalah mobil," lanjutnya.
Berdasarkan hasil
pemeriksaan, Wahrul, Rio, Mustar dan Wahyu, merupakan pelaku gembos bas
mobil, dimana aksinya sukses membawa kabur uang Rp250 juta yang ditaruh
di dalam mobil, milik korban bernama Sukiman. "Modusnya saat korban
memeriksa ban mobil yang kempes, yang bersangkutan (pelaku) segera
membuka pintu mobil dan mengambil tas berisi uang," sebut Kapolsek.
Lain
lagi dengan Delfis dan Abas, yang beberapa waktu lalu diduga terlibat
kejahatan modus pecah kaca mobil, di Jalan Angsa II, Kecamatan Sukajadi,
Pekanbaru. Usai memecahkan kaca mobil jenis Honda Freed, keduanya
langsung membawa lari tas berisikan uang Rp5 juta. Kuat dugaan mereka
sudah menargetkan korbannya yang keluar mengambil uang di ATM ataupun
Bank.
Dari informasi yang diperoleh, para pelaku kini sedang
diproses oleh masing-masing Polsek (Sukajadi dan Senapelan) sesuai
dengan lokasi mereka beraksi. Sementara untuk Delfis, Abas, Andre serta
Taufik, dibawa Polresta Pekanbaru guna menjalani penyelidikan, untuk
mengungkap dugaan aksi kejahatan serupa diberbagai tempat di Pekanbaru,
Riau. (
PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang
Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho
Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT
JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-
DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang
JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di
Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka
JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid
Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi
JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan