Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Mayat Perempuan Dicor di Sumur Gegerkan Warga Lombok Barat

hukrim

Mayat Perempuan Dicor di Sumur Gegerkan Warga Lombok Barat

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Sabtu, 23 Agu 2025 16:32
Berita satu.com
Warga Desa Parampuan, Kecamatan Labuapi, Kabupaten Lombok Barat, digegerkan penemuan jasad perempuan berinisial N (27) yang terkubur dalam sumur dengan kondisi dicor semen, Sabtu (23/8/2025). Korban yang merupakan warga Desa Beleka, Kecamatan Gerung, diduga menjadi korban pembunuhan oleh pacarnya sendiri, IM.

Proses evakuasi jasad N berlangsung dramatis. Tim gabungan Satreskrim Polres Lombok Barat, Unit Inafis, dan warga membutuhkan waktu sekitar sembilan jam untuk mengeluarkan tubuh korban. Kendala terbesar adalah posisi sumur yang sempit dengan kedalaman sekitar tiga meter, serta adanya lapisan cor semen menutupi jasad korban.

“Kesulitannya karena setiap beberapa meter ada cor semen, bukan di permukaan saja, tetapi di dalam sumur. Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi,” kata Kapolres Lombok Barat AKBP Yasmara Harahap.

Setelah dievakuasi, jasad korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kota Mataram untuk autopsi. Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan medis, termasuk untuk memastikan kabar bahwa korban tengah hamil saat kejadian.

Kasus ini berawal dari laporan keluarga korban ke Polsek Gerung pada 12 Agustus 2025. Keluarga resah karena N meninggalkan rumah sejak 10 Agustus 2025 dan tidak kembali. Penyelidikan polisi akhirnya mengarah ke pacar korban, IM.

“Pelaku sudah kita amankan. Pada saat dilakukan interogasi, ada pengakuan dari pelaku, selain juga alat bukti yang mengarah ke dirinya. Namun, untuk memastikan semuanya, kami masih menunggu hasil autopsi,” jelas Yasmara.

Status hukum IM akan ditentukan setelah gelar perkara, sementara motif pembunuhan masih didalami penyidik.

Kepala Desa Parampuan, HM Zubaidi, menyatakan korban dan pelaku bukan warga asli desanya. IM diketahui berasal dari Kota Mataram dan sudah hampir setahun tinggal di desa tersebut tanpa identitas kependudukan jelas.

“Pelaku ini tidak memiliki KTP sebagai warga kami. Dia tinggal di rumah itu dengan status menempati, entah beli atau kontrak. Sementara korban statusnya janda, dan pelaku duda. Mereka diketahui berpacaran,” kata Zubaidi.

Dari informasi dihimpun, korban bekerja di sebuah rumah makan di Lombok Barat, sementara IM berprofesi serabutan dan terakhir menjadi tukang parkir di Kota Mataram.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA " Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA " Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • Senin, 20 Apr 2026 20:15

    Ketahanan Pangan dan Energi, RI Siapkan Hilirisasi Ubi Kayu

    JAKARTA - Program pengembangan dan hilirisasi komoditas ubi kayu dipersiapkan. Hal ini untuk mendukung agenda pemerintah yaitu program ketahanan pangan dan energi nasional.  Progra

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.