ROKAN HULU - Seorang laki-laki tua renta nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri pada pohon karet. Peristiwa bunuh diri ini terjadi di kebun karet milik Junaidi warga Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir Kabupaten Rohul Provinsi Riau,Rabu (09/01/19) Siang.
Laki-laki ini bernama Cokro (66 th) warga Desa Pasir Utama, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu, Dia ditemukan tewas menggantung dengan seutas tali tambang yang biasa digunakan untuk mengikat rumput.
"Cokro (66) ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP ) Lahan Kebun Karet Milik Jumadi disana korban diduga gantung dirinya sendiri menggunakan tali, saat ditemukan, korban keduduk ditanah dengan terlilit tali dileher," kata Kapolres Rokan Hulu AKBP Muhamad Hasyim Risahondua SIK, M.Si melalui Paur Humas Ipda Nanang Pujiono SH kepada wartawan Jumat, (11/1/2019).
Ipda Nanang menguraikan, kejadian ini berawal pada hari Rabu tgl 09 januari 2019 sekira jam 08.00 wib, korban pamitan dengan istrinya untuk pergi ngarit rumput dengan membawa angkong makanan sapi di sekitar dusun Suka Dana Desa Pasir Utama Kecamatan Rambah Hilir.
Sekitar jam 09.00 wib ada Wagiman (saksi) yang saat itu mau mencari rumput di tempat yang sama menjumpai arit dan angkong pak cokro terletak di pinggir sawah, melihat hal tersebut Wagiman berusaha mencari korban dengan cara memanggil-manggil.
Sayangnya korban tak mau menyahut, sehingga Wagiman pun memberitahu kepada Sukinah istri korban red. "tadi Cokro pamit kemana, karena arit sama angkong nya ada dipinggir sawah, pergilah ke sana ambil angkong dan aritnya."
Kemudian setelah itu saat itu sukinah langsung pergi mengambil angkong dan arit suaminya itu, Sekira puku 12.00 Wib, Cikri juga belum juga pulang kerumahnya, Sukinah pun melaporkan hal tersebut ke warga dan kepala desa.
Atas laporan itu, Kepala Desa dibantu warga melakukan pencarian sampai malam hari sekira pukul 02.00 dini hari, sehingga dilanjutkan namun Sdr COKRO belum berhasi pada hari Kamis tgl 10 Januari 2019 sekira jam 08.00 wib saat itu dilaporkan kepada Polsek Rambah Hilir.
Lalu bersama Bhabinkamtibmas Bripka Ardino dan Kanit Reskrim beserta personil Polsek Rambah hilir langsung menuju lokasi dengan Kepala Desa dan warga kembali melakukan pencarian korban. Pukul 13.00 wib saksi Nardi dan Kamit menemukan korban. Cokro di pepohonan dengan posisi korban sudah terduduk di tanah dan leher korban masih terlilit tali yang terikat di pohon.
Selanjutnya petugas Polisi membawa dilakukan visum, dan dari hasil visum diketahui bahwa korban meninggal dikarenakan gantung diri hal ini ditandai dengan keluarnya cairan pelumas dari kemaluan ( Venis) korban, dan terjulurnya lidah korban, serta adanya bekas lilitan tali di leher korban.
"Sedangkan keterangan yang didapat dari keluarga korban bahwa korban sebelum berangkat untuk mencari rumput mengatakan bahwa korban sudah tidak betah lagi tinggal dirumah, Selain itu menurut keterangan dari tetangga korban, sebelum korban menghilang tetangga korban mendengar ada ribut antara korban dan keluarganya di dalam rumah korban," jelasnya.
Sehingga atas permintaan keluarga korban terhadap jenazah korban tidak dilakukan otopsi. Dengan adanya permintaan keluarga korban tersebut Unit Reskrim Polsek Rambah Hilir membuat surat pernyataan menolak dilakukan otopsi dan ditanda tangani oleh istri korban dan disaksikan oleh anak korban serta kepala Desa Pasir Utama"Korban sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman," pungkasnya. (fah).