Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Parah! Pungli di Pasar Rangkasbitung Capai Rp25 Juta per Hari

hukrim

Parah! Pungli di Pasar Rangkasbitung Capai Rp25 Juta per Hari

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 16:39
okezone.com
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, mengungkapkan adanya perputaran uang signifikan hasil pungutan liar (pungli) kepada para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Rangkasbitung.

Hal itu terbongkar setelah perwakilan PKL melakukan audiensi bersama Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak.

“Jadi kami wajib sewa meja Rp15 ribu sehari dan tidak bisa bawa meja sendiri. Nanti datang lagi yang nyalar menggunakan karcis Rp2 ribu per karcis, dan sehari lebih dari dua karcis. Bahkan ada salar tanpa karcis Rp10 ribu, dan itu setiap hari,” kata seorang pedagang sayuran yang enggan disebutkan namanya.

Dengan banyaknya pungutan liar tersebut, dia meminta agar pihak kepolisian dan pemerintah daerah Lebak serius menangani dugaan pungli di Pasar Rangkasbitung.

Mereka menilai praktik pungli di pasar yang dilakukan secara masif tersebut sudah meresahkan semua pedagang. Bahkan, dalam beberapa jam saja, pungutan liar terjadi beberapa kali dengan mengatasnamakan sejumlah lembaga.

“Kami sebetulnya tidak keberatan dengan pemindahan ke Pasar PKL Kandang Sapi, tapi kami diintimidasi oleh sejumlah oknum agar menolak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lebak, Orok Sukmana, mengatakan telah mengetahui adanya pungli kepada PKL di Pasar Rangkasbitung. Ia juga menegaskan bahwa oknum pelaku pungli telah diberhentikan.

“Iya, sudah enam bulan lalu karcis ilegal ini kami stop, dan oknum AZ sudah kita berhentikan. Jadi jika ditemukan lagi, itu ilegal dan laporkan saja,” paparnya.

Menurutnya, pungutan liar itu membuat pedagang merasa keberatan karena hasil berjualan juga tidak seberapa. Pihaknya memastikan salar liar tersebut tidak masuk ke kas daerah.

“Perputaran uang hasil pungli cukup besar. Jika dihitung setiap pedagang Rp30 ribu dikali 850 pedagang, mencapai Rp25.500.000 setiap hari. Ini sudah luar biasa dan uangnya saya pastikan tidak ada yang masuk ke kas daerah,” terang Orok.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia " Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 " Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.