Jumat, 24 Apr 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Parah! Pungli di Pasar Rangkasbitung Capai Rp25 Juta per Hari

hukrim

Parah! Pungli di Pasar Rangkasbitung Capai Rp25 Juta per Hari

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 13 Agu 2025 16:39
okezone.com
Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Lebak, mengungkapkan adanya perputaran uang signifikan hasil pungutan liar (pungli) kepada para pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Rangkasbitung.

Hal itu terbongkar setelah perwakilan PKL melakukan audiensi bersama Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, dan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Lebak.

“Jadi kami wajib sewa meja Rp15 ribu sehari dan tidak bisa bawa meja sendiri. Nanti datang lagi yang nyalar menggunakan karcis Rp2 ribu per karcis, dan sehari lebih dari dua karcis. Bahkan ada salar tanpa karcis Rp10 ribu, dan itu setiap hari,” kata seorang pedagang sayuran yang enggan disebutkan namanya.

Dengan banyaknya pungutan liar tersebut, dia meminta agar pihak kepolisian dan pemerintah daerah Lebak serius menangani dugaan pungli di Pasar Rangkasbitung.

Mereka menilai praktik pungli di pasar yang dilakukan secara masif tersebut sudah meresahkan semua pedagang. Bahkan, dalam beberapa jam saja, pungutan liar terjadi beberapa kali dengan mengatasnamakan sejumlah lembaga.

“Kami sebetulnya tidak keberatan dengan pemindahan ke Pasar PKL Kandang Sapi, tapi kami diintimidasi oleh sejumlah oknum agar menolak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Lebak, Orok Sukmana, mengatakan telah mengetahui adanya pungli kepada PKL di Pasar Rangkasbitung. Ia juga menegaskan bahwa oknum pelaku pungli telah diberhentikan.

“Iya, sudah enam bulan lalu karcis ilegal ini kami stop, dan oknum AZ sudah kita berhentikan. Jadi jika ditemukan lagi, itu ilegal dan laporkan saja,” paparnya.

Menurutnya, pungutan liar itu membuat pedagang merasa keberatan karena hasil berjualan juga tidak seberapa. Pihaknya memastikan salar liar tersebut tidak masuk ke kas daerah.

“Perputaran uang hasil pungli cukup besar. Jika dihitung setiap pedagang Rp30 ribu dikali 850 pedagang, mencapai Rp25.500.000 setiap hari. Ini sudah luar biasa dan uangnya saya pastikan tidak ada yang masuk ke kas daerah,” terang Orok.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA " Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:03

    Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

    JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.