Minggu, 21 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Pascabentrok Berdarah Terantang, Ada Aksi di Jakarta Menuntut Sekda Kampar Dicopot

Pascabentrok Berdarah Terantang, Ada Aksi di Jakarta Menuntut Sekda Kampar Dicopot

Admin
Selasa, 19 Jul 2022 15:44
pekanbaru.tribunnews.com

KAMPAR - Sekretaris Daerah Kampar, Yusri terseret dalam lingkaran konflik Koperasi Iyo Basamo Desa Terantang Kecamatan Tambang. Pascabentrok berdarah koperasi itu, muncul tuntutan agar Yusri dicopot.

Tuntutan ini muncul dalam unjuk rasa sekelompok massa Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT-IB) di Jakarta, Senin (18/7/2022).

Hermayalis, satu di antara kubu kepengurusan koperasi yang bertikai, tampil sebagai orator dalam aksi itu.

Aksi itu diketahui berlangsung di depan Gedung Kementerian Dalam Negeri dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam orasinya dengan pengeras suara di atas mobil bak terbuka, Hermayalis mengungkap sejumlah tudingan terhadap Yusri.

"Bermula dari intimidasi dengan merekayasa di Dinas Koperasi. Di Dinas Koperasi ada seorang staf yang diduga sangat dekat dengan Sekda Kampar, sehingga mereka merekayasa untuk merebut Koperasi Iyo Basamo," seru Hermayalis seperti yang dilihat  dalam sebuah video aksi, Selasa (19/7/2022).

Menurut dia, rekayasa tersebut dengan menggelar Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) yang memilih pengurus yang bukan anggota koperasi.

Hal ini sudah diadukan ke Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM).

Alhasil, Kemenkop UKM menyurati Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdag KUKM) agar mendindaklanjuti pengurus yang bukan anggota koperasi."Tetapi Sekda Kampar malah sebaliknya, melegalkan pengurus tersebut melalui notrasi," katanya.


Ia mengklaim sejumlah bukti kuat berupa pesan percakapan dan rekaman.

Bukti sudah diserahkan kepada DPP PEKAT-IB. Ia meminta Mendagri mencopot Yusri. "Copot Sekda!," serunya.

Ia menambahkan, Yusri juga menguasai sejumlah organisasi di Kampar. Berbagai kritikan terhadap hal ini, tidak dihiraukan.

"Kiritikan dari berbagai komponen dan ormas (terhadap Yusri), juga tidak berlaku," ujarnya.

Hermayalis diketahui berkonflik dengan kubu Yuslianti. Puncaknya bentrok berdarah pecah antara kedua kubu pada Minggu (19/6/2022) sore lalu.

Kepolisian Resor Kampar menangkap dan mentersangkakan 17 orang diduga pelaku kekerasan dalam bentrok itu.

Pihak Yuslianti menuduh pelaku adalah orang suruhan Hermayalis.

Pascabentrok, Yusri dan Kapolres yang kala itu dijabat AKBP. Rido Purba mendamaikan kedua kubu di Balai Adat Kampar.

Perdamaian itu tampak penuh keceriaan. Meski kemudian diklarifikasi Yuslianti yang menyebut bahwa peremuan di Balai Adat untuk menyudahi bentrok fisik.Sedangkan proses hukum harus berlanjut.

Sekda Yusri belum memberi tanggapan ihwal tudingan Hermayalis.

Begitupun Kepala Disdag KUKM Kampar, Henry Dunan. Kedua tidak merespon upaya konfirmas

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.