Selasa, 14 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Penyidik KPK Kesal Mantan DPRD Riau tak kembalikan & rawat mobil dinas

Penyidik KPK Kesal Mantan DPRD Riau tak kembalikan & rawat mobil dinas

Sabtu, 08 Agu 2015 07:25
Merdeka.com
Mobil dinas Rusli Ahmad
PEKANBARU-Selain meminta secara paksa mobil dinas Toyota Camry yang tidak dikembalikan bekas anggota DPRD Riau Rusli Ahmad, petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga menyita mobil dinas Nissan X-Trail yang dipakai anggota DPR Riau lainnya, Nazarudin, di Sekolah Polisi Negara (SPN) Pekanbaru.

Mobil dinas yang digunakan Nazarudin selama berdinas sebagai pimpinan DPRD Riau sejak 2009-2014 baru dikembalikan Jumat (7/8) lantaran diminta oleh KPK. Kendaraan dinas para bekas wakil rakyat ini pada hari sebelumnya, Kamis (6/8), disebutkan oleh staf Bagian Perlengkapan DPRD Riau sulit ditarik, dan tidak diketahui rimbanya.

Mobil dinas yang digunakan Nazarudin menggunakan pelat nomor polisi BM 1254 NK, berwarna hitam. Kondisinya juga dalam keadaan tidak utuh dan memprihatinkan karena tidak terawat. Lampu kabut pada bagian depan tidak ada.

"Mobil dinas yang kemarin (tidak pernah kelihatan) tinggal satu itu. Yang tidak tahu kita kemana perginya. Ini sekarang sudah ada di sini (SPN Pekanbaru)," ujar seorang Staf Perlengkapan Sekwan saat melakukan cek fisik kendaraan didampingi seorang penyidik KPK.

Selain kendaraan dinas, ternyata salah satu rumah dinas unsur pimpinan DPRD Riau tidak dalam keadaan lengkap furniture dan alat elektroniknya. Diduga dibawa kabur oleh penghuninya.

"Ada juga yang aset-asetnya itu sudah dibawa. Itu kan nyolong namanya. AC, kursi, bahkan sampai lukisan, itu dibawain semuanya," ungkap Heri Pramono, salah seorang penyidik KPK di selah-selah pengambilan mobil dinas.

Tidak dikembalikannya mobil dinas para dewan ini diketahui oleh KPK berdasarkan perkembangan proses penyidikan kasus dugaan suap pengesahan APBD Riau tahun 2015, dengan dua orang tersangka, Annas Maamun gubernur Riau nonaktif, dan Ahmad Kirjauhari, bekas pimpinan DPRD Riau.

Menurut penyidik KPK, meski bukan bagian dari perkara, perilaku anggota dewan ini sangat jauh dari contoh yang layaknya ditampilkan oleh wakil rakyat. Bahkan, akan menjadi bahan cibiran masyarakat jika dilakukan terus menerus oleh mereka.

"Dia (mantan pimpinan DPRD Riau) ngakunya enggak nyuri, tapi mengambil untuk dibawa ke rumah pribadinya. Sama saja nyolong juga itu. Bukan hartanya, itu aset negara," ketus penyidik kesal.

Perilaku oknum pejabat di Riau seperti ini kemudian menjadi pertanyaan penyidik. "Pejabat yang lainnya bagaimana? Jangan-jangan pikirannya sama (seperti Rusli Ahmad dan Nazarudin)," pungkas penyidik KPK tersebut.
[merdeka.com)]
Hukum
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Jul 2026 11:51

    PHR Tingkatkan Kapasitas Gardu Induk Libo Jadi 24,5 MVA, Dukung Produksi Migas Zona Rokan

    SIAK-PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) memperkuat infrastruktur kelistrikan di Lapangan Libo, Kabupaten Siak, Riau, melalui proyek Libo Substation Upgrade.Proyek ini meningkatkan kapasitas gardu induk Lib

  • Selasa, 14 Jul 2026 11:19

    PTPN IV Regional III-Kejati Riau Perkuat Sinergi Kawal Transformasi Bisnis Berkelanjutan

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III bersama Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau kembali memperkuat sinergitas kedua belah pihak, yang kali ini ditandai melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Penanganan M

  • Selasa, 14 Jul 2026 11:17

    Banyak Laporan Dugaan Aktivitas LGBT, Pemko Pekanbaru Siapkan Tindakan Tegas

    PEKANBARU-Wakil Walikota Pekanbaru Markarius Anwar menegaskan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru siap mengambil tindakan tegas terhadap aktivitas LGBT yang dinilai meresahkan masyarakat. Penegasan itu

  • Selasa, 14 Jul 2026 11:03

    Soroti Ribuan Warga Meranti Bekerja di Malaysia, Hendry Munief Minta Kemenhan dan KKP Cari Solusi

    JAKARTA-Anggota Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) Daerah Kepulauan DPR RI, Hendry Munief, menyoroti kondisi ribuan warga Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau, yang bekerja di Malaysia

  • Selasa, 14 Jul 2026 10:58

    Junjung Prinsip Setiap Siswa Berharga, Sekolah Rakyat Gandeng ESQ Perluas Pemetaan Talenta Siswa

    Pada tahun ajaran 2026/2027, program pemetaan bakat dan minat untuk siswa Sekolah Rakyat akan semakin diperkuat. Dalam rangka penerimaan peserta didik baru, siswa-siswa tersebut akan menjalani tes Tal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki