Minggu, 15 Feb 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Polisi Amankan 1.000 Karung Bawang Ilegal Asal Tiongkok

Polisi Amankan 1.000 Karung Bawang Ilegal Asal Tiongkok

Selasa, 04 Agu 2015 11:52
Pekanbaru-Kepolisian Resort Kampar, Riau menggagalkan penyelundupan 1.000 karung bawang putih ilegal asal Tiongkok yang masuk melalui Medan, Sumatera Utara.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo di Pekanbaru, Senin mengatakan dari upaya penggagalan pada Minggu lalu (2/8) tersebut, selain mengamankan 1.000 karung bawang, petugas turut mengamankan makanan dan minuman serta 240 sak pupuk ilegal.

"Barang-barang ilegal tersebut diangkut dengan tiga unit truk berbeda yang dikemudikan oleh tiga orang pelaku," katanya.

Ia menjelaskan ketiga supir yakni HB (27), Af (35) dan MA (55). Untuk HB yang mengemudikan truk bernomor polisi BA 8022 AI diketahui membawa minuman kaleng serta makanan tanpa kelengkapan dokumen resmi. Selanjutnya pelaku MA yang mengemudikan truk bernomor polisi BA 8258 CA diketahui mengangkut dolomit 
sebanyak 240 sak.

"Pupuk tersebut diangkut dari Sumatera Barat menuju Kota Dumai," jelasnya.

Sementara itu untuk 1.000 karung bawang putih ilegal sendiri ditemukan di truk bernomor polisi BA 9643 QU yang dikemudikan oleh Af. "Bawang tersebut diangkut 
dari Medan untuk tujuan Sumatera Barat," jelasnya.

Saat ini ketiga pelaku dan barang bukti diamankan ke Mapolres Kampar guna penyelidikan lebih lanjut.

Penyelundupan bawang saat ini marak terjadi di Riau. Berdasarkan catatan Antara,
pada bulan Mei hingga April 2015, Bengkalis, Dumai dan Siak menjadi pintu masuk utama bawang-bawang selundupan asal Malaysia.

Tercatat pada pertengahan April, Polres Dumai dan Bea Cukai setempat berhasil menggagalkan 6,5 ton bawang yang tersimpan dalam 741 karung.

Selanjutnya, pada 23 April Jajaran Kepolisian Resort Bengkalis berhasil menangkap sebuah kapal yang membawa 45 ton bawang melalui pelabuhan tikus di Pulau Bengkalis. Namun, dari penangkapan itu, tidak ditemukan pemilik kapal.

Selanjutnya, pada akhir April 2015, Polres Siak turut berhasil mengamankan tujuh truk pengangkut bawang pada sebuah razia rutin di Jalan Bungaraya.

Dengan situasi yang terjadi seperti ini, Guntur menegaskan pihaknya akan terus 
berusaha menekan ruang gerak para pelaku penyelundupuan. "Dengan peralatan dan petugas yang ada, kita akan terus maksimalkan untuk meminimalisir penyelundupan bawang," tegasnya.(Ant)
Hukrim
Berita Terkait
  • Minggu, 15 Feb 2026 18:30

    AS Ternyata Bersiap Perang Jangka Panjang dengan Iran

    WASHINGTON â€" Militer Amerika Serikat (AS) tengah mempersiapkan kemungkinan operasi militer berkelanjutan selama berminggu-minggu terhadap Iran jika Presiden Donald Trump memerintahkan serangan.

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:29

    Prabowo Instruksikan Upacara Paspampres Rutin Tiap Minggu, Perkuat Citra Istana sebagai Rumah Rakyat

    JAKARTA â€" Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan, oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) dijadikan agenda rutin mingguan.Sekret

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:26

    Johanis Tanak soal Jokowi Setuju Kembalikan UU KPK Lama: Apa yang Mau Dikembalikan?

    JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johanis Tanak, merespons Presiden ketujuh RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatakan setuju Undang-Undang (UU) KPK dikembalikan ke versi l

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:22

    Jokowi Dukung UU KPK Versi Lama, Eks Penyidik Ingatkan Hal Ini!

    JAKARTA â€" Eks Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Praswad Nugraha menyatakan, pelemahan lembaga antirasuah terjadi pada periode kepemimpinan Presiden RI ketujuh, Joko Widodo.Pernyataan

  • Minggu, 15 Feb 2026 18:04

    BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Seminggu ke Depan: Monsun Asia Menguat

    JAKARTA -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, menyusul potensi peningkatan curah hujan di sejumlah wilayah pada 15-21 Februari 2026.

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.