Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Polres Dumai Janjikan Hadiah Bagi yang Berhasil Tangkap Pembakar Lahan dan Hutan

Polres Dumai Janjikan Hadiah Bagi yang Berhasil Tangkap Pembakar Lahan dan Hutan

Selasa, 16 Feb 2016 11:17
Kepolisian di Dumai sedang berpatroli dan sosialisasi terkait Karlahut.

PEKANBARU - Berbagai upaya kepolisian dalam mengantisipasi terjadinya Kebakaran Lahan dan Hutan (Karlahut) di Provinsi Riau, salahsatunya seperti yang dilakukan Polres Dumai, dengan memberikan reward bagi personil yang berhasil tangkap tangan pelaku pembakaran.

Pemberian reward ini, sebagai upaya kepolisian dalam mengantisipasi peluang terjadinya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karlahut). "Hadiah khusus ini bagi anggota termasuk Bhabinkamtibmas yang bisa menangkap pelaku pembakar lahan dan hutan," sebut Kapolres Dumai, AKBP Suwoyo.

Suwoyo menjelaskan, selain pemberian hadiah, Polres Dumai juga melakukan supervisi ke masing-masing Polsek setiap harinya, dengan tujuan untuk melihat apakah anggota kepolisian sudah maksimal dalam memantau wilayah hukumnya, agar zero kasus Karlahut.

"Tiap hari ada perwira-perwira kita datang ke Polsek, kita lihat mana polisi yang bekerja di lapangan dan mana yang tidak. Kalau bohong pasti akan ketahuan. Kita juga akan rolling mereka tiap bulannya untuk menghindari adanya 'permainan'," tegasnya saat berbincang dengan GoRiau.com.

Upaya ini, sambungnya, sedikitnya sudah mulai menunjukkan hasil. Tercatat sejak Januari 2016 hingga sekarang, Polres Dumai berhasil menangkap enam orang terduga pembakar lahan. "Dari lima laporan polisi (LP), kita berhasil tangkap tangan enam pelaku pembakar lahan," sebutnya.

Disamping itu, Polres dumai juga melakukan sosialisasi terkait dampak kerugian dari membuka lahan dengan cara dibakar, penyebaran maklumat Kapolda Riau serta membangun sekat kanal agar lahan gambut tetap lembab. "Kita sudah bangun sekitar 80 sekat kanal di Dumai," lanjutnya.

"Hanya saja kendala kita, rata-rata masyarakat cenderung berspekulasi. Artinya suka coba mencoba, kalau nggak ketangkap ya untung. Bisa dikatakan tingkat kesadaran warga agar tidak membakar lahan masih rendah. Namun begitu kita akan terus sosialisasikan," tutupnya, Selasa (16/2/2016) pagi. ***
(grc)
Hukrim
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 16:02

    KPK Sita Dokumen Penting Terkait Kasus Suap Pengadaan di Muara Enim

    Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah melakukan penyitaan sejumlah dokumen penting terkait proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Muara Enim. Tindakan ini merupakan bag

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:50

    Blak-blakan Dirut Pertamina Ungkap Alasan Penyesuaian Harga Pertamax, Pastikan BBM Subsidi Tak Naik

    Direktur Utama PT Pertamina, Simon Aloysius Mantiri mengatakan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dipastikan tidak mengalami kenaikan. Hal ini dikatakan untuk memberikan kepastian mengenai nasi

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:46

    Kasus Pencurian Ringan dan Revisi KTP Selesai Cepat Lewat Sidang Keliling di Kandis Siak

    SIAK - Sebanyak delapan perkara hukum berhasil diselesaikan dalam satu hari melalui program sidang keliling yang dilaksanakan oleh Pengadilan Negeri Siak. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Camat Kand

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:41

    Kuansing Kerahkan Ratusan Personel Amankan MTQ ke-44 Riau dan Pacu Jalur Rayo II

    TELUKKUANTAN â€" Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) mengerahkan 481 personel gabungan untuk mengamankan dua acara besar, yakni Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XLIV Provinsi Riau 2026 dan

  • Sabtu, 13 Jun 2026 15:37

    Atasi Kelangkaan LPG 3 kg, Pemkab Morowali Gencarkan Operasi Pasar dan Siapkan Solusi Jangka Panjang

    Pemerintah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, menggencarkan operasi pasar dan pasar murah untuk mengatasi kelangkaan tabung LPG 3 kilogram di wilayahnya. Langkah ini diambil menyusul laporan mengena

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.