Selasa, 28 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Disdik Pekanbaru dan BPMP Kaji Fenomena Minim Siswa Baru di SDN 127

Peristiwa,

Disdik Pekanbaru dan BPMP Kaji Fenomena Minim Siswa Baru di SDN 127

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 27 Jul 2026 13:22
PEKANBARU - Fenomena minimnya jumlah peserta didik baru di sejumlah sekolah dasar negeri, khususnya SD Negeri 127 Pekanbaru yang hanya menerima empat siswa pada tahun ajaran 2026/2027, memicu langkah cepat pemerintah. Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru kini resmi menggandeng Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) guna mengevaluasi kondisi dan memetakan solusi bagi sekolah-sekolah yang sepi pendaftar.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdik Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy menegaskan persoalan ini tidak bisa dibebankan sepenuhnya kepada pemerintah daerah. Menurutnya, fenomena penyusutan jumlah peserta didik ini juga memerlukan keterlibatan pemerintah pusat untuk merumuskan penanganan yang tepat.


"Minimnya pendaftar pada beberapa SD ini sedang kami kaji. Ini bukan hanya menjadi pekerjaan rumah pemerintah daerah, tetapi juga pemerintah pusat. Karena itu kami berkoordinasi dengan BPMP untuk melihat bagaimana menyikapi kondisi sekolah-sekolah yang jumlah pendaftarnya sedikit," urai Syafrian Tommy kepada GoRiau.com melalui sambungan telepon, Senin (27/7/2026).

Kajian bersama BPMP tersebut dirancang untuk mengurai berbagai faktor penyebab merosotnya animo pendaftar. Pemetaan mencakup potensi perubahan demografi penduduk, tren perpindahan ke kawasan permukiman baru, hingga keberadaan sekolah lain yang mungkin lebih diminati masyarakat.


"Apakah penyebabnya karena faktor demografi, perpindahan penduduk, atau adanya sekolah lain di sekitarnya, itu sedang kami pelajari bersama BPMP. Semoga nanti ada kebijakan yang tepat sehingga anak-anak yang bersekolah di sana tetap mendapatkan pelayanan yang sama dengan sekolah-sekolah lainnya," harapnya.

Hasil dari evaluasi ini kelak menjadi pijakan utama dalam menyusun kebijakan strategis ke depan. Meskipun pembahasan bersama BPMP masih berlangsung dan bentuk kebijakan akhirnya belum diputuskan, pemerintah menjamin layanan pendidikan di sekolah minim murid tetap setara.

Sebelumnya, Disdik Kota Pekanbaru telah memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar di SD Negeri 127 akan terus berjalan normal tanpa hambatan. Pemerintah menjamin hak pendidikan keempat siswa baru tersebut tidak akan berkurang sedikit pun.

Disdik juga sempat membuka berbagai opsi penanganan jangka panjang terkait masalah ini. Opsi tersebut meliputi penataan ulang atau penggabungan dengan sekolah terdekat, hingga program revitalisasi fasilitas apabila hasil kajian menunjukkan kebutuhan tersebut mendesak untuk menopang efektivitas layanan.

"Tentu proses ini sedang berjalan. Bagaimana implementasinya nanti kita tunggu hasil kajiannya. Yang pasti, proses belajar mengajar akan tetap berjalan seperti biasanya," tegas Tommy.

Faktor demografi memang sempat disinggung sebagai salah satu pemicu utama. Plt Kepala SD Negeri 127 Pekanbaru, Etniyenti sebelumnya mengungkapkan bahwa lingkungan di sekitar sekolah mengalami perubahan signifikan. Kawasan yang dahulu didominasi keluarga muda kini lebih banyak dihuni warga lanjut usia, sementara sebagian keluarga telah berpindah ke wilayah lain.

Selain faktor demografi, posisi bangunan sekolah yang tersembunyi di dalam gang dan tidak berada di jalan utama dinilai turut memengaruhi pilihan orang tua. Kendati dihadapkan pada keterbatasan jumlah siswa, pihak sekolah berkomitmen memberikan pelayanan pendidikan yang optimal tanpa mengurangi standar pengajaran.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/disdik-pekanbaru-dan-bpmp-kaji-fenomena-minim-siswa-baru-di-sdn-127.html

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki