Hukrim
Puluhan Ton Bawang Merah Ilegal Dimusnahkan di Dumai
Laporan : Vivi Mulfita Sari
Rabu, 02 Mar 2016 16:21
DUMAI- Sebanyak 98,4 Ton Bawang Merah ilegal tanpa dokumen dimusnahkan oleh Pihak Balai Karantina Pertanian Klas I Pekanbaru Wilayah Kerja Dumai, Rabu (2/3) pagi. Proses pemusnahan dilakukan di Areal Satradar 232 Dumai dengan cara ditimbun dan dibakar.
Dijelaskan oleh Joni Anwar selaku perwakilan Balai Karantina, Kondisi Bawang saat dimusnahkan sudah mulai membusuk dan mengeluarkan aroma tidak sedap yang menyeruak ke sekitar lokasi pemusnahan. Bawang yang sudah tidak layak konsumsi ini memang harus dimusnahkan guna mencegah hama penyakit.
"Kondisi Bawang 80 persen sudah rusak dan mulai membusuk, sehingga mesti dimusnahkan," terangnya, Rabu (2/3) usai pemusnahan.
Selain itu, pemasukan Bawang ke Kota Dumai tidak memenuhi syarat dan dokumen Karantina Pertanian. Apalagi Pelabuhan Dumai bukan merupakan pintu masuk komoditi Bawang Merah, yang belum direkognisi. Sesuai Permentan No.43 tahun 2012 tentang tindakan karantina tumbuhan untuk pemasukan umbil lapis segar, hanya lima lokasi.
Seperti Pelabuhan Tanjung Perak (Surabaya), Pelabuhan Belawan (Medan), Bandara Soekarno-Hatta (Jakarta), Pelabuhan Soekarno-Hatta (Makasar) dan Kawasan Free Trade Zone atau Kawasan Pelabuhan Bebas (Bintan, Tanjung Balai Karimun, dan Batam).
Ditambahkan lagi oleh Kabid pemasukan komoditas Bawang yang tidak sesuai dengan dokumen karantina dianggap ilegal. Apalagi kebanyakan Bawang yang masuk Thailand dan India. Sehingga pemasukannya juga melanggar regulasi kepabeanan.
Pihaknya mengajak seluruh unsur untuk bekerjasama. Terutama untuk meningkatkan upaya pengawasan. Sehingga bisa dipastikan komoditas belum layak konsumsi, tidak diimpor.
Sepanjang Pantai Timur Sumatera menjadi sasaran impor ilegal Bawang. Sebut saja Kuala Tungkal, Jambi dan sejumlah wilayah Kepulauan Riau yang tidak masuk pelabuhan bebas.
"Pesisir Timur kerap dijadikan perlintasan masuknya Bawang ilegal asal India, Thailand dan Banglasdesh dan Vietnam. Mereka memanfaatkan perahu kecil untuk melansir muatan," terangnya.
Terpisah, Kepala Balai Karantina Pertanian Klas I Pekanbaru, Dwi Agus Sudaryanto menyebut pihaknya pada Februari 2016 sudah menerima enam kali pelimpahan. Sedangkan pemusnahkan sudah dilakukan dua kali dalam awal tahun.
"Jadi total kita sudah terima 12 kali pelimpahan untuk awal tahun ini," akunya. (vie)
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas
Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat
Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber
Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga
RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber
Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023
PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung
Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional
DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau