Hukrim
Sadis! Gegara Gunting Hilang, Pembantu di Bali Disiram Air Mendidih
Rabu, 15 Mei 2019 14:22
"Kejadian gunting hilang. Setelah dikasih kesempatan mencari dan sanksinya itu disiram air panas, saya sudah berusaha sekuat tenaga ternyata gunting tidak ketemu karena tidak ketemu harus nerima sanksi," kata Eka Febriyanti ketika ditemui di Mapolda Bali, Jl WR Supratman, Denpasar, Bali, Rabu (15/5/2019).
Eka mengatakan karena tidak ketemu, dia mendapat hukuman. Dia mengaku disiram dua panci air mendidih lalu kabur.
Dengan suara lirih, Eka mengaku sudah mencari hingga ke gudang tapi gunting itu tidak ditemukan. Dia pun merasa bertanggung jawab karena diberi tugas.
"Kan harus ketemu guntingnya sedangkan saya sudah berusaha semampu saya. Kan berani berbuat berani bertanggung jawab istilahnya gitu. Kan saya yang disuruh, nggak ketemu ya disiram. Mau gimana lagi masa saya menolak nggak mau," ujar wanita asal Jember itu.
Eka mengaku adik tirinya yang bekerja sebagai baby sitter dan satpam ikut menyiramkan air mendidih itu ke tubuhnya. Dia pun mengalami luka melepuh.
Peristiwa nahas itu terjadi Selasa (7/5) pagi. Eka juga sempat kabur ke rumah temannya di Nusa Penida dengan bantuan orang-orang yang dia temui di jalan. Dalam pelariannya itu, Eka tak mendapatkan perawatan apapun.
Kini, Eka bersama kuasa hukumnya melaporkan penganiayaan itu ke kantor polisi. Eka juga sempat didampingi unit PPA Ditreskrimum Polda Bali untuk visum di RS Trijata Polda Bali.
"Dia sudah bekerja 7 bulan dan sampai sekarang tidak digaji dan direkomendasikan kerja di sana sama adiknya itu. Ketiga-tiganya kami laporkan sang majikan, adik tirinya Santi, dan satpam Eri," kata pengacara Eka, Supriyono.
"Kalau caleg terpilih itu suaminya. Kalau berdasarkan keterangan korban tidak setiap hari pulang di rumah itu, berarti diduga istri kedua atau seperti apa. Korban tidak paham apakah dia DPRD Provinsi atau DPRD Kabupaten, caleg PDIP," cetusnya.
Surpiyoni mengatakan saat ini kondisi Eka masih sangat terpukul. Dia berniat melaporkan DMW dan para pelaku penyiram air panas lainnya dengan Undang-undang Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT).
Harga Cabai Naik di Pasar Bengkalis, Ayam Potong dan Kampung Malah Turun
BENGKALIS - Harga cabai merah di pasar Terubuk Bengkalis kembali mengalami kenaikan.Sejak tiga hari terakhir cabai merah di jual pedagang Pasar Terubuk kisaran Rp 40 ribu perkilogramnya.Bahkan kenaika
Benarkah Makan Buah Apel Bisa Bikin Kurus?
JAKARTA - Benarkah makan buah apel bisa bikin kurus? Yuk simak jawabannya. Di balik tampilan buah apel yang biasa, terdapat manfaat besar yang bisa didapat oleh tubuh, salah satunya dalam penurunan be
Dokter Internship Meninggal, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Desak Bentuk Tim Audit
JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak adanya audit dan pembentukan tim audit terkait kasus meninggalnya dokter internship.Salah satu kasus terbarunya adalah kepergian dr.
Waspada Heatstroke Saat Haji, Dokter Ingatkan Bahaya Suhu 40 Derajat Celsius
Madinah - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini men
Kronologi dan Modus Pengasuh Pondok Pesantren di Pati Cabuli Puluhan Santriwati
Kasus asusila ini terungkap saat Ali Yusron sebagai pengacara salah satu korban, membongkar modus terduga pelaku yang tega mencabuli puluhan santriwati. Ali menyebut bahwa terduga kiai cabul awalnya m