Satgas P2TP2A Mandau Minta Pelaku Pembacok Anak di Bawah Umur Dihukum Berat
Senin, 10 Agu 2015 10:54
"Kita sangat menyayangkan peristiwa tersebut. Apalagi pelakunya itu anak dibawah umur," ujar Refri Amran saat ditemui GoRiau.com, Senin (10/8/2015) pagi di kantor Camat Mandau.
Perlunya pengawasan ekstra dari orang tua terhadap anak sangatlah penting, dikatakan Refri. Hal ini tidak hanya pengaruh lingkungan, tapi bagaimana dampak terhadap anak yang terbiasa mengkonsumsi pembicaraan orang dewasa.
"Dalam mendidik anak orang tua tidak pernah salah, tapi anak tersebut yang tak ingin didik orang tuanya. Hal ini terjadi karena pergaulan sang anak yang tidak mendapatkan kontrol dari orang tuanya," katanya lagi.
Ia juga berharap proses hukum tetap berjalan, agar hal ini menjadi pembelajaran bagi anak-anak lainnya.(grc)
Hukrim
Pakistan Kirimkan Pasukan dan Jet Tempur ke Arab Saudi di Tengah Ketegangan Teluk
JAKARTA - Pakistan telah mengirimkan pasukan dan jet tempur ke Arab Saudi di tengah ketegangan yang saat ini terjadi di kawasan Teluk. Pernyataan dari Kerajaan Arab Saudi menyebutkan bahwa pengir
Filipina Tuduh China Gunakan Sianida untuk Racuni Atol Laut Cina Selatan
JAKARTA - Filipina menyatakan telah menemukan sianida di kapal-kapal China di dekat atol yang dipersengketakan di Laut Cina Selatan, dan memperingatkan bahwa zat tersebut dapat digunakan untuk "s
Kronologi Lengkap Kasus Dugaan Pelecehan Seksual 16 Mahasiswa FH UI Lewat Grup Chat
JAKARTA - Kronologi lengkap kasus dugaan pelecehan seksual 16 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia lewat grup chat, akan diulas lengkap dalam artikel Okezone, Sela
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Jaringan Internasional Asal Iran
JAKARTA - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Metro Jaya berhasil menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu jaringan internasional asal Iran dengan total berat sekitar 4,8 kilogram
Soroti Pertemuan Prabowo-Putin dan Sjafrie Sjamsoeddin-Menhan AS, ISDS: Manuver Ciamik nan Berisiko
JAKARTA - Indonesia Strategic & Defense Studies (ISDS) menilai langkah Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai manuver ciamik nan berisiko. Dik