Sabtu, 27 Jun 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Tujuh Awak Kapal Tangker Korban Perompak di Perairan Malaysia Ternyata Warga Indonesia

Tujuh Awak Kapal Tangker Korban Perompak di Perairan Malaysia Ternyata Warga Indonesia

Senin, 10 Agu 2015 14:50
Kapal Tangker yang dibajak perompak di perairan Malaysia.
PEKANBARU-Tujuh dari total delapan orang awak kapal Tangker Joaquim yang disekap dan jadi korban lima perompak, diketahui berkewarganegaraan Indonesia. Mereka berhasil diselamatkan oleh Lanal Dumai dan Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Bengkalis, saat kapal terombang ambing di radius tiga kilometer di perairan Bengkalis, Riau.

Direktur Polisi Perairan (Dirpolair), melalui Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo menguraikan, total delapan orang awak ini informasinya sebagian sudah dievakuasi ke Kota Dumai, Riau. Sementara satu orang yang bertugas dibagian Cargo dievakuasi dengan helikopter Police Diraja Malaysia, karena mengalami luka di bagian kepala.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, Senin (10/8/2015), identitas mereka adalah Nosu Jhon dumendehe (58) selaku nakhoda, warga Sangir, Sulut. Sedangkan enam orang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Saiful Aripin (35) warga Flores, Tiban Sekupang. Parma sembiring (32) warga asal Medan. Kairul Aman (40) asal Gresik. Aman girsang (58) asal Medan dan Budi Santoso (30) warga asal Sulsel, serta satu orang petugas Cargo bernama Sem.

Delapan orang itu, disekap lima perompak yang naik melalui sisi kiri kapal tangker. Usai itu, mereka dikumpulkan di mes home dan di kunci. Awak kapal itu tak berani melawan lantaran diancam dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Beruntung mereka lolos dari jendela kapal dan langsung menghubungi Police Malaysia.

kapal Tangker bernama lambung Joaquim yang dalam perjalanan dari Tanjung Pinang, Kepri, menuju Langkawi Malaysia, jadi sasaran lima orang perompak saat berada di wilayah hukum negara Diraja Malaysia. Kapal katanya mengangkut minyak Mentah 3.500 Metrik Ton senilai 700 ribu dolar US. (grc)
PEKANBARU, GORIAU.COM - Tujuh dari total delapan orang awak kapal Tangker Joaquim yang disekap dan jadi korban lima perompak, diketahui berkewarganegaraan Indonesia. Mereka berhasil diselamatkan oleh Lanal Dumai dan Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polres Bengkalis, saat kapal terombang ambing di radius tiga kilometer di perairan Bengkalis, Riau.


Direktur Polisi Perairan (Dirpolair), melalui Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo menguraikan, total delapan orang awak ini informasinya sebagian sudah dievakuasi ke Kota Dumai, Riau. Sementara satu orang yang bertugas dibagian Cargo dievakuasi dengan helikopter Police Diraja Malaysia, karena mengalami luka di bagian kepala.


Informasi yang dirangkum GoRiau.com, Senin (10/8/2015), identitas mereka adalah Nosu Jhon dumendehe (58) selaku nakhoda, warga Sangir, Sulut. Sedangkan enam orang Anak Buah Kapal (ABK) bernama Saiful Aripin (35) warga Flores, Tiban Sekupang. Parma sembiring (32) warga asal Medan. Kairul Aman (40) asal Gresik. Aman girsang (58) asal Medan dan Budi Santoso (30) warga asal Sulsel, serta satu orang petugas Cargo bernama Sem.


Delapan orang itu, disekap lima perompak yang naik melalui sisi kiri kapal tangker. Usai itu, mereka dikumpulkan di mes home dan di kunci. Awak kapal itu tak berani melawan lantaran diancam dengan menggunakan senjata api dan senjata tajam. Beruntung mereka lolos dari jendela kapal dan langsung menghubungi Police Malaysia.


kapal Tangker bernama lambung Joaquim yang dalam perjalanan dari Tanjung Pinang, Kepri, menuju Langkawi Malaysia, jadi sasaran lima orang perompak saat berada di wilayah hukum negara Diraja Malaysia. Kapal katanya mengangkut minyak Mentah 3.500 Metrik Ton senilai 700 ribu dolar US. (

- See more at: http://www.goriau.com/berita/hukrim/tujuh-awak-kapal-tangker-korban-perompak-di-perairan-malaysia-ternyata-warga-indonesia.html#sthash.GKy2c492.dpuf
Hukrim
Berita Terkait
  • Jumat, 26 Jun 2026 16:24

    Polisi Bongkar 3 Klaster Kejahatan Besar, Libatkan WNA hingga Korporasi

    Jakarta - Polda Metro Jaya mengungkap tiga klaster tindak pidana yang menjadi fokus penindakan, yakni perjudian digital yang terafiliasi aplikasi HOT51, praktik perjudian berkedok arena permainan Time

  • Jumat, 26 Jun 2026 16:22

    Penampakan Mesin Judi Berkedok Timezone Disita Polisi di Jakarta, Puluhan Orang Ditangkap

    Kepolisian menggerebek lokasi diduga sarang judi berkedok arena permainan anak di wilayah Jakarta Utara (Jakut) dan Jakarta Barat (Jakbar) pada Sabtu 13 Juni 2026. Barang bukti mesin Timezone disita d

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:45

    Danlanud Sjamsudin Noor Sampaikan Kejuaraan IPAC Seri 2 dan Gantolle Seri 1 KTM Fly Kotabaru 2026 Menjadi Panggung Pembinaan Atlet Dirgantara Masa Depan

    Banjarbaru - Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., selaku Ketua FASI Daerah Kalimantan Selatan (Fasida Kalsel) hadir secara langsung dalam acara Penutupan Kejuaraan N

  • Jumat, 26 Jun 2026 15:43

    Strategi Kemenkeu dan BGN Kawal Anggaran Makan Bergizi Gratis

    JAKARTA - Sinergi pengawasan anggaran dibangun secara kuat oleh Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa dan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S Deyang. Pertemuan kedua pimpinan ini berfokus memat

  • Jumat, 26 Jun 2026 14:41

    HUT Bhayangkara ke-80 Polda Riau Resmikan Rest Area Ojol dan Bagikan Sembako

    PEKANBARU - Semangat berbagi dan memperkuat kedekatan dengan masyarakat terus ditunjukkan Kepolisian Daerah Riau dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui Direktorat Pembinaan Masyarakat, instit

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.