Sabtu, 30 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Viral! Santri di Malang Dicambuk Kiai hingga Kakinya Melepuh

hukrim

Viral! Santri di Malang Dicambuk Kiai hingga Kakinya Melepuh

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 11 Jul 2025 11:52
okezone.com
MALANG - Seorang santri di Kabupaten Malang mengalami luka di bagian kakinya akibat dicambuk oleh pemilik pondok pesantren (Ponpes), Jalan Ardimulyo, Desa Segaran, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Hal itu pun viral dan menjadi perhatian publik.

Terlihat dari rekaman ponsel milik seseorang yang berada di lantai dua Ponpes, seorang santri mendapatkan hukuman cambuk dengan rotan oleh seseorang yang dinarasikan sebagai kiai pemilik ponpes. Dalam video yang beredar, tampak seseorang mengenakan busana muslim berwarna cokelat sedang menganiaya santri.

Kiai yang diduga pemilik ponpes tersebut terlihat menyuruh santrinya untuk mengangkat sarung yang dikenakannya. Santri yang mengenakan jaket biru, bersongkok putih, dan bersarung itu kemudian tampak menerima cambukan sebanyak lima kali, sebagaimana terlihat dalam video.

Dalam rekaman video lainnya, tampak luka melepuh pada kaki korban. Bekas cambukan dari rotan terlihat jelas di bagian kiri dan kanan kaki. Luka paling parah tampak di kaki sebelah kanan, hingga kulitnya terlihat mengelupas.

Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Malang, Aiptu Nurlehana menyatakan, aksi tersebut benar terjadi di sebuah ponpes di Desa Segaran, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, dan laporan penganiayaan sudah diterima oleh pihak kepolisian. Namun, kejadian itu disebut telah terjadi cukup lama, yakni pada 5 Juni 2025 lalu.

"Baru dilaporkan pada 20 Juni 2025, dua minggu setelah kejadian. Kejadiannya saat Idul Adha, memang di Ponpes Desa Segaran, Pakisaji. Korbannya berinisial AZ, siswa kelas 5 SD yang tinggal di pondok itu, warga Wonosari, Kabupaten Malang," ujar Nurlehana, Jumat (11/7/2025).

Menurutnya, video tersebut diduga direkam oleh santri lain yang berada di lantai dua ponpes. Namun, ia mengaku belum mengetahui secara pasti siapa perekamnya, karena kepolisian saat ini fokus menyelidiki dugaan penganiayaan oleh kiai berinisial B, yang merupakan pemilik ponpes.

"Terduga pelaku ini pemilik ponpes. Memang kalau dari keterangannya, cambuk itu bagian dari aturan tertulis di ponpes jika ada pelanggaran yang dilakukan santri," jelas Leha, sapaan akrabnya.

Kasus ini saat ini masih ditangani oleh pihak kepolisian. Baik korban maupun terduga pelaku sudah dimintai keterangan. Nurlehana juga mengaku sempat terkejut saat mengetahui video kejadian itu beredar luas di media sosial.

"Aku enggak tahu kok bisa viral. Memang saya dapat video itu dari pengacara korban. Cuma soal kenapa bisa viral, saya enggak paham. Video itu kami ketahui setelah pemeriksaan korban dan saksi," pungkasnya.***(Okezone.com)
Sumber: okezone.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Jumat, 29 Mei 2026 16:42

    Drone Rusia Hantam Apartemen di Negara Anggota NATO, Lukai 2 Orang

    GALATI-Sebuah drone milik Rusia menghantam kota di tenggara Rumania selama serangan pada Kamis (28/5/2026) malam terhadap Ukraina, menurut keterangan dari Bukares. Ini adalah pertama kalinya dalam per

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:19

    PTPN IV-LAM Riau Perkuat Sinergi Berbagi Keberkahan Hari Raya Kurban

    PEKANBARU-PTPN IV Regional III memperkuat sinergi sosial bersama Lembaga Adat Melayu Riau melalui penyaluran bantuan hewan kurban dan dukungan kegiatan sosial menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijria

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:14

    Harga Minyakita di Pekanbaru Masih di Atas HET, Wako Pekanbaru Siapkan Langkah Antisipasi

    PEKANBARU-Harga Minyakita di sejumlah pasar di Pekanbaru masih terbilang tinggi mencapai Rp 20.000 per liter.Padahal Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita di pasaran hanya Rp 15.700 per liter.Walikot

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:07

    Ibu Angkat Tidak Mau Damai, Sang Anak Mendekam di Penjara Usai Curi Duit Rp 80 Juta

    PASIR PENGARAIAN - A.F alias A harus merasakan dinginnya jeruji penjara atas perbuatannya yang mencuri uang orangtua angkatnya. Sang orangtua angkat tidak mau berdamai dalam kasus ini."Kasusnya jalan.

  • Jumat, 29 Mei 2026 16:00

    Sakit Hati Dimarahi Saat Cari Barang Bekas, Remaja di Bengkalis Bakar Rumah Warga, 2 Orang Tewas.

    BENGKALIS-Karena sakit hati dimarahi pemilik rumah, remaja di Kecamatan Bukit Batu nekat membakar rumah semi permanen di Desa Batang Duku kecamatan Bukit Batu Bengkalis, Rabu (27/5) dini hari lalu.Aki

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.