Jumat, 29 Mei 2026
  • Home
  • Internasional
  • 5 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci, Diduga Punya Komorbid dan Kelelahan

5 Jemaah Haji NTB Wafat di Tanah Suci, Diduga Punya Komorbid dan Kelelahan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 29 Mei 2026 15:36
Jakarta - Kabar duka datang dari Arab Saudi. Sebanyak lima orang jemaah haji asal Embarkasi Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), dilaporkan meninggal dunia di Tanah Suci.
Informasi duka tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin. Ia membenarkan adanya jemaah asal wilayahnya yang mengembuskan napas terakhirnya di sana.

"Sampai saat ini total kematian yang dilaporkan ada lima orang. Tiga perempuan dan dua laki-laki," kata Lalu Muhamad Amin saat memberikan keterangan di Mataram, Kamis (28/5/2026), dilansir Antara.

Amin merinci, jemaah haji yang wafat tersebut berasal dari beberapa daerah di NTB, yakni Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Lombok Timur, dan Kabupaten Lombok Tengah. Kelimanya diketahui meninggal dunia pada fase awal kedatangan.

"Kematian jemaah ini terjadi sebelum pelaksanaan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) atau puncak ibadah haji," terang pria yang juga mantan Kepala Bidang Haji dan Umrah Kanwil Kemenag NTB tersebut.

Faktor usia lanjut, penyakit penyerta (komorbid), serta kelelahan akibat sengatan suhu tinggi di Arab Saudi diduga menjadi pemicu utama menurunnya kondisi fisik para jemaah hingga berujung fatal.

"Jadi, beberapa jemaah yang kondisinya menurun diperkirakan mengalami kelelahan berlebih sehingga kesehatan menurun hingga meninggal," lanjutnya.
Amin memastikan kondisi sebagian besar jemaah haji NTB dari Kloter 1 hingga Kloter 15 pascapuncak haji saat ini dalam keadaan sehat walafiat. Walau demikian, tidak ditampik ada sejumlah jemaah yang fisiknya sempat 'drop' karena kelelahan setelah menyelesaikan rangkaian ibadah yang padat.

"Saat melempar jumrah beberapa jemaah menunjukkan penurunan kondisi fungsional atau kelelahan berlebih. Penurunan sering terjadi setelah aktivitas, saat kembali ke hotel, sehingga fisik jemaah drop," papar Amin.

Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi terus memperketat pengawasan dan bersiaga penuh. Pemantauan intensif dilakukan baik di lapangan maupun di fasilitas kesehatan atau rumah sakit setempat demi memastikan kondisi kesehatan jemaah tetap stabil.

"Beberapa jemaah masih dirawat dalam status observasi oleh tim kesehatan setempat. Tim kesehatan bertugas mendampingi dan melakukan observasi terhadap kasus-kasus yang menurun kondisinya. Sementara untuk pelayanan makanan dan dukungan logistik dilaporkan memadai untuk mendukung penanganan di lapangan,(detik.com).
Sumber: https://www.detik.com/hikmah/haji-dan-umrah/d-8509404/5-jemaah-haji-ntb-wafat-di-tanah-suci-diduga-punya-komorbid-dan-kelelahan

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.