Senin, 04 Mei 2026
  • Home
  • Hukrim
  • WN Maroko di Bali Dihukum 6 Tahun Penjara karena Cabuli Anak

Hukrim

WN Maroko di Bali Dihukum 6 Tahun Penjara karena Cabuli Anak

Jumat, 17 Mei 2019 16:35
Detik.com
DENPASAR - Terdakwa kasus asusila asal Maroko, AME, divonis enam tahun penjara. Ia terbukti mencabuli anak usia 13 tahun di Bali.

"Mengadili, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama enam tahun serta pidana denda sebesar Rp 50 juta dengan ketentuan apabila denda tersebut tidak dibayar, akan diganti dengan pidana kurungan selama enam bulan," kata ketua majelis hakim PN Denpasar, I Ketut Kimiarsa sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat (17/5/2019).

AME terbukti melanggar Pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E UU Perlindungan Anak. Didampingi penasihat hukum dari PBH Peradi Denpasar, Desi Purnani Adam dan Dewi Maria Wulandari serta dibantu oleh penerjemah Bahasa, terdakwa menerima putusan itu.

Terdakwa yang tinggal sementara di Jalan Raya Canggu, Kuta Utara, Badung, terbukti bersalah melakukan kekerasan atau ancaman kekerasan, memaksa atau membujuk anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul. Vonis yang diterima terdakwa lebih ringan satu tahun dari tuntutan jaksa.

Kasus ini berawal saat korban yang berusia 13 tahun pada 19 Desember 2018, sekitar pukul 23.30 WITA berada di salah satu toko swalayan di Kawasan Jalan Raya Canggu, kecamatan Kuta Utara, Badung, dengan posisi duduk sendirian.

Terdakwa dalam hal ini, dilihat oleh korban datang ke toko swalayan tersebut sebanyak tiga kali, setelah itu mengajak korban berbincang-bincang hingga akhirnya membonceng korban untuk pergi bersama terdakwa menggunakan sepeda motor dan berhenti di Gang Munduk Tedung, Desa Tibubeneng.

Di tempat tersebut terdakwa melakukan perbuatan tidak terpuji terhadap korban dan setelah melakukan perbuatan tersebut, terdakwa mengantar korban kembali ke toko swalayan dan pergi meninggalkan korban. Atas kasus yang menimpa (IKWP), maka korban langsung melakukan Visum Et Repertum pada Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Denpasar.



Sumber: detik.com

Hukrim
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 16:47

    Harga Cabai Naik di Pasar Bengkalis, Ayam Potong dan Kampung Malah Turun

    BENGKALIS - Harga cabai merah di pasar Terubuk Bengkalis kembali mengalami kenaikan.Sejak tiga hari terakhir cabai merah di jual pedagang Pasar Terubuk kisaran Rp 40 ribu perkilogramnya.Bahkan kenaika

  • Senin, 04 Mei 2026 15:13

    Benarkah Makan Buah Apel Bisa Bikin Kurus?

    JAKARTA - Benarkah makan buah apel bisa bikin kurus? Yuk simak jawabannya. Di balik tampilan buah apel yang biasa, terdapat manfaat besar yang bisa didapat oleh tubuh, salah satunya dalam penurunan be

  • Senin, 04 Mei 2026 15:08

    Dokter Internship Meninggal, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Desak Bentuk Tim Audit

    JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak adanya audit dan pembentukan tim audit terkait kasus meninggalnya dokter internship.Salah satu kasus terbarunya adalah kepergian dr.

  • Senin, 04 Mei 2026 14:29

    Waspada Heatstroke Saat Haji, Dokter Ingatkan Bahaya Suhu 40 Derajat Celsius

    Madinah - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini men

  • Senin, 04 Mei 2026 14:16

    Kronologi dan Modus Pengasuh Pondok Pesantren di Pati Cabuli Puluhan Santriwati

    Kasus asusila ini terungkap saat Ali Yusron sebagai pengacara salah satu korban, membongkar modus terduga pelaku yang tega mencabuli puluhan santriwati. Ali menyebut bahwa terduga kiai cabul awalnya m

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.