Senin, 27 Jul 2026
  • Home
  • Hukrim
  • Waspada, Dalih Anak Didik Kecelakaan, Penelpon Gelap Minta Transfer Uang ke 75 Wali Murid di Pekanbaru

Waspada, Dalih Anak Didik Kecelakaan, Penelpon Gelap Minta Transfer Uang ke 75 Wali Murid di Pekanbaru

Jumat, 31 Jul 2015 11:46
PEKANBARU-Penipuan dengan modus meminta transfer sejumlah uang kembali terjadi di Pekanbaru. Melalui pesan singkat (sms), pelaku meminta korban yang sasarannya wali murid sekolah dasar (SD) Al Rasyid agar mengirimkan uang, dengan alasan anak didik sekolah tersebut mengalami kecelekaan.

kepala sekolah SD Al Rasyid, Pupung Safari Muslim SE, ketika dikonfirmasi oleh GoRiau.com, Jumat (31/7/2015) diruang kerjanya membenarkan informasi ini. "Ada sekitar 75 orang tua wali murid yang mengadu ke pihak sekolah, bahwa mereka telah mendapat sms maupun telepon langsung yang meminta transfer sejumlah uang," sebutnya.

Transferan tersebut, untuk membiayai anak mereka yang sudah jadi korban kecelakaan. Meski sangat meyakinkan, tak satupun orang tua yang mengiyakan sms tersebut, karena sebelumnya sudah pernah ada korban, dan ternyata modus ini hanya penipuan.

Pupung juga menjelaskan, kejadian serupa sudah terjadi berulang kali, bahkan pada bulan mei 2015, sudah ada orang tua wali murid yang mengirim uang dengan jumlah Rp4 juta. "Kita sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsek Bukit Raya, pada bulan mei 2015, dan membuat laporan ke Polresta Pekanbaru," lanjutnya.

Ditanya apakah ada indikasi keterlibatan oknum guru dalam kasus ini, Apung langsung membantahnya. "Insya allah tidak ada, kami pihak sekolah sudah melakukan pemeriksaan dan tidak ditemukan adanya pihak sekolah yang terlibat, pelaku disinyalir mendapat nomor dan data anak didik dan orang tua wali murid melalui internet dinas Provinsi dan Kota," tukasnya.

Informasi yang dirangkum dari laporan orang tua wali murid yang tidak mau disebut namanya, pelaku pernah dilacak oleh pihak TNI AU. Kuat dugaan, pelaku berdomisili di Depok Jawa Barat.

Sekedar informasi, hal serupa pernah terjadi dibulan mei 2015 di sekolah SD Al Rasyid jalan Rawa Indah Pekanbaru. Dua orang tua korban bahkan sudah mentransfer uang jutaan Rupiah kepada pelaku. (grc)
Hukrim
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Jul 2026 11:47

    Senyum Itu Akhirnya Kembali, TMMD Hadirkan Air Bersih, Warga Tak Lagi Hidup Dalam Krisis Air

    Halmahera Timur-Keberhasilan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 1505/Tidore menemukan dan mengebor sumber mata air yang sangat tawar serta layak dikonsumsi menjadi kabar yang memb

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:51

    Sejak Januari 2026, Pemko Pekanbaru Sudah Rampungkan Pengaspalan 23 Kilometer Jalan

    PEKANBARU-Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Edward Riansyah menyebut, hingga pertengahan 2026, telah menyelesaikan pengaspalan di 19 ruas jalan dengan total panjang

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:28

    Tujuh Titik Panas Terdeteksi di Riau, Warga Diminta Waspada Karhutla

    PEKANBARU - Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terus membayangi kawasan regional Sumatera. Kendati potensi hujan membayangi sejumlah wilayah, satelit BMKG justru mendeteksi kemunculan

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:20

    Di Era Richard Tampubolon, PBTI Jadikan Jakarta Panggung Laga Juara Taekwondo Dunia dan Kampiun Asia

    JAKARTA - Masyarakat taekwondo Indonesia boleh bangga. Tujuh hari lagi, Jakarta akan menjadi panggung pertarungan para taekwondoin terbaik dunia. Para juara dunia, hingga peraih gelar turnamen interna

  • Sabtu, 25 Jul 2026 16:19

    Buru-buru Sudah Malam', Alasan Febrie Tak Pakai Rompi Tahanan

    JAKARTA - Kejaksaan Agung menahan mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Saat proses penahanan dan digiring keluar dari gedung Kejaksaan Agung menuju mobil

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki