- Home
- Internasional
- Australia dan Malaysia Saling Serang Terkait Pemindahan Kedutaan di Israel
Internasional
Australia dan Malaysia Saling Serang Terkait Pemindahan Kedutaan di Israel
Jumat, 16 Nov 2018 16:48
SYDNEY - Australia dan Malaysia terlibat saling serang kata-kata terkait kemungkinan pemindahan kedutaan besar Negeri Kanguru di Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem. Pernyataan Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengenai kemungkinan pemindahan kedutaan bulan lalu telah menimbulkan keprihatinan dari Malaysia dan Indonesia.
Dalam sebuah wawancara radio pada Jumat, Menteri Keuangan Australia, Josh Frydenberg mengkritik Perdana Menteri (PM) Malaysia, Mahathir Mohammad yang disebutnya pernah mengeluarkan pernyataan anti-semit atau anti-Yahudi.
"Perdana Menteri Malaysia memiliki formula," kata Frydenberg dalam sebuah wawancara radio yang dikutip Reuters, Jumat (16/11/2018). "Dia menyebut orang-orang Yahudi berhidung bengkok. Dia telah mempertanyakan jumlah orang yang terbunuh dalam Holocaust. "
Komentar Frydenberg itu disampaikan setelah Mahathir mengangkat isu pemindahan kedutaan Australia dengan PM Morrison pada KTT ASEAN ke-33 di Singapura pada Kamis pekan ini.
"Saya menunjukkan bahwa dalam menangani terorisme, seseorang harus tahu penyebabnya," kata Mahathir kepada wartawan usai berbicara dengan Morrison sebagaimana dilansir media Australia. "Menambah penyebab terorisme tidak akan membantu."
Morrison menyampaikan gagasan pemindahan kedutaan Australia dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel pada Oktober. Gagasan yang diutarakan secara tiba-tiba itu diduga bertujuan untuk meraih simpati komunitas Yahudi sebelum pemilihan umum penting yang harus dimenangi pemerintahan Morrison guna mempertahankan mayoritas di parlemen.
Pernyataan Morrison telah menimbulkan keprihatinan dari Indonesia dan Malaysia, dua negara tetangga Australia yang giat memperjuangkan kemerdekaan Palestina.
Berbicara pada Jumat, Morrison menegaskan Mahathir telah mengangkat masalah kedutaan tersebut, tetapi menyatakan bahwa hanya "rakyat Australia menentukan kebijakan luar negeri Australia" .
"Saya pikir apa yang dikatakan Josh (Frydenberg )hari ini adalah mengisi sejarah catatannya (Mahathir) tentang berbagai masalah dari waktu ke waktu," Morrison mengatakan kepada wartawan dalam kunjungannya ke Darwin, di mana dia akan bertemu Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.
"Jangan salah. Saya tidak akan membiarkan kebijakan kita yang ditentukan oleh orang-orang di luar negeri, " tambahnya.
Mahathir dan Morrison kemungkinan akan kembali bertemu pada KTT
APEC yang akan diselenggarakan di Papua Nugini pada akhir pekan ini.
(okezone.com)
Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie