- Home
- Internasional
- Diaspora Indonesia di New York Gelar Liwetan, Galang Dana bagi Korban Gempa Palu
Internasional
Diaspora Indonesia di New York Gelar Liwetan, Galang Dana bagi Korban Gempa Palu
Kamis, 22 Nov 2018 11:41
NEW YORK Para pengunjung menikmati hidangan menu khas Indonesia dalam sebuah acara makan bersama di New York, Amerika Serikat (AS). Acara tersebut bukan sekadar jamuan makan namun sembari menggalang dana bagi korban bencana di Palu, Donggala dan Sigi, Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu. Acara ini bertempat di St. James' Parish Hall, Elmhurst, yang diselenggarakan pada 3 November 2018.
Kegiatan yang diberi judul "Fundraising Liwetan New York Care 4 Palu" ini dihadiri oleh sekitar 50 warga Indonesia dan komunitas Amerika. Menu makanan dimasak bersama-sama oleh para juru masak yang tinggal di sekitar Elmherst. Setiap pengunjung wajib membeli tiket donasi minimal USD20, yang dikumpulkan untuk disumbangkan kepada para korban bencana gempa bumi di Palu dan sekitarnya.
Penyelenggara, Fefe Anggono, mengatakan kepada VOA kegiatan ini adalah bentuk kepedulian dari warga New York kepada warga Palu.
"Ide acara ini karena saya sebagai bangsa Indonesia merasa prihatin juga atas bencana yang menimpa saudara-saudara dan teman-teman kita di Palu dan Lombok. Jadi apapun yang kita lakukan ini akan sepenuhnya kita sumbangkan kepada teman-teman yang ada di Palu," ujar Fefe, seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (22/11/2018).
"Idenya liwetan karena sampai saat ini belum terlalu banyak di New York City. Kita pernah ada lihat di Philadelphia atau kota-kota lain, tapi di New York City ini belum pernah. Jadi, kenapa engga kita coba melakukan something yang different yang orang non Indonesia bisa merasakan bagaimana makan dengan tangan," paparnya lagi.
Sementara itu, diringi orkestrasi musik dari anak-anak Indonesia, para tamu tampak menikmati hidangan liwetan yang jarang disajikan di Amerika. Seorang warga New York, Elias Keys, mengaku sangat terkesan. "Wow. Makanannya lezat sekali. Saya pulang membawa banyak mie, dan telur. Enak sekali," katanya dalam bahasa Inggris.
Seorang warga New York lain yang minta dipanggil dengan nama Jay, juga menyampaikan pujian. "Saya suka sekali sambalnya, saya makan dengan ikan, tidak tahu namanya ikannya tapi ikan goreng, sangat lezat dimakan pakai nasi dan sambal. Semua juga suka ayam gorengnya," tukasnya.
Kuliner memang bisa mengundang orang-orang untuk berkumpul. Bagi Annisa Haningsih, seorang relawan, acara itu sekaligus bisa memperkenalkan budaya Indonesia. Ia mengaku bangga dengan kebudayaan Indonesia juga suasana kekeluargaan di New York yang masih peduli dengan para korban bencana alam yang terjadi di Palu.
"Jadi ada rasa kekeluargaannya di situ dengan liwetan. Tadi juga waktu kita makan, sebelah saya orang dari Filipina dan negara lain jadi bagus dengan promosi. Karena lagi-lagi ini sesuatu yang beda, makan dengan beralaskan daun pisang, dan beberapa dari kita juga makan dengan tangan, dan menunya juga beda banget sama menu AS atau negara barat, jadi bagus buat promosi budaya Indonesia," terang Annisa.
Acara liwetan untuk amal ini berhasil mengumpulkan dana sebesar
USD1,055 atau lebih dari Rp15 juta yang akan langsung disalurkan
langsung kepada korban bencana alam di Sulteng.
(okezone.com)
Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie