Selasa, 30 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Kunjungi Pulau Terlarang, Turis Asal AS Tewas Dipanah Penduduk Lokal

Internasional

Kunjungi Pulau Terlarang, Turis Asal AS Tewas Dipanah Penduduk Lokal

Kamis, 22 Nov 2018 13:44
okezone.com
Penduduk Pulau Sentinel berjaga di pantai pulau.

PORT BLAIR  Seorang turis Amerika Serikat (AS) tewas dibunuh oleh masyarakat lokal tradisional  setelah mengunjungi kepulauan terpencil di India, Andaman dan Nicobar yang terlarang. Nelayan yang membawa turis itu ke sana mengatakan bahwa korban tewas setelah ditembak dengan panah oleh masyarakat asli pulau dan mayatnya ditinggalkan begitu saja di pantai.

Diwartakan BBC, Kamis (22/11/2018), korban diidentifikasi sebagai John Allen Chau, pria berusia 27 tahun asal Alabama, AS. Berdasarkan pihak berwenang, Chau tewas dibunuh suku Sentinel di Pulau Sentinel Utara yang terlarang setelah dia diantarkan secara ilegal oleh beberapa nelayan.

Kontak dengan suku-suku Andaman yang hidup terisolasi dan terancam punah adalah ilegal karena mereka berisiko terpapar penyakit dari luar. Suku Sentinel yang tinggal di sana benar-benar terputus dari peradaban dan jumlahnya hanya tersisa antara 50 sampai 150 jiwa.

Polisi mengatakan telah menahan tujuh nelayan yang secara ilegal membawa Chau ke pulau tersebut.

Berdasarkan salah seorang sumber kepolisian, Chau sebelumnya pernah berkunjung ke kepulauan itu dan memiliki keinginan kuat untuk bertemu dengan suku Sentinel. Sementara media lokal melaporkan bahwa Chau ingin bertemu dengan para Sentinel untuk menyiarkan agama Kristen kepada mereka.

Namun, media sosial Chau menunjukkan bahwa dia bukan seorang misionaris melainkan seorang petualang dan wisatawan.

"Polisi mengatakan Chau sebelumnya telah mengunjungi pulau Sentinel Utara sekitar empat atau lima kali dengan bantuan nelayan setempat," kata Subir Bhaumik, seorang jurnalis yang telah meliput kepulauan itu selama bertahun-tahun, kepada BBC Hindi.

"Jumlah orang yang tergabung dalam suku Sentinel sangat rendah, mereka bahkan tidak mengerti bagaimana cara menggunakan uang. Bahkan sebenarnya ilegal untuk memiliki semacam kontak dengan mereka."

Pada 2017, Pemerintah India juga mengatakan bahwa mengambil foto atau membuat video suku Andaman asli akan dihukum dengan hukuman penjara hingga tiga tahun.

Kantor berita AFP yang mengutip seorang sumber melaporkan bahwa Chau telah mencoba untuk mencapai pulau pada 14 November, namun gagal. Namun, dia kembali mencoba dua hari kemudian.

"Dia diserang oleh panah tetapi dia terus berjalan.

"Para nelayan melihat suku itu yang mengikat tali di leher Chau dan menyeret tubuhnya. Mereka takut dan melarikan diri," demikian ditambahkan laporan tersebut.

Berdasarkan laporan Hindustan Times, jasad Chau ditemukan pada 20 November, tetapi sampai saat ini belum dievakuasi dari sana.

Polisi mengelompokkan insiden ini dalam kasus pembunuhan, tetapi menurut Bhaumik penyelesaiannya tidak akan mudah.

"Ini kasus yang sulit bagi polisi," kata Bhaumik. "Anda bahkan tidak bisa menangkap suku Sentinel."


(okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor