Jumat, 24 Apr 2026

Internasional

2 Pesawat Terbang Apung Tabrakan di Alaska, 5 Orang Tewas

Selasa, 14 Mei 2019 11:18
Dok: Reuters
Anchorage - Dua pesawat terbang apung bertabrakan di udara di wilayah Alaska, Amerika Serikat (AS). Nahas, sedikitnya lima orang tewas dalam kecelakaan ini.

Seperti dilansir CNN, Selasa (14/5/2019), insiden ini dilaporkan terjadi di dekat Ketchikan, Alaska, pada Senin (13/5) siang sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Kedua pesawat yang mengalami insiden ini sama-sama merupakan jenis pesawat terbang apung berukuran kecil, yang memiliki ponton yang membuat pesawat bisa melakukan pendaratan di atas air. Kedua pesawat diketahui sedang melakukan aktivitas terbang tamasya di kawasan pantai, sebagai bagian dari aktivitas kapal pesiar Princess Cruises.

Disebutkan pihak Princess Cruises dalam keterangan pers bahwa pesawat pertama yang dioperasikan oleh Taquan Air membawa 10 penumpang dan satu pilot. Pesawat ini baru kembali dari tur terbang tamasya di Misty Fjords, Alaska saat insiden terjadi.

Pesawat kedua yang dioperasikan oleh Royal Princess dan melakukan tur terpisah, disebut membawa empat penumpang dan satu pilot. Kelima orang di dalam pesawat kedua ini telah dikonfirmasi tewas.

Satu penumpang dari pesawat yang dioperasikan Taquan Air dilaporkan hilang dan kondisinya belum diketahui. Sembilan penumpang lainnya berhasil diselamatkan dan kini mendapat perawatan medis. Tidak disebut lebih lanjut kondisi sang pilot pesawat.

"Kami sangat sedih untuk melaporkan kabar ini dan pikiran serta doa kami tertuju bagi mereka yang kehilangan nyawa dan para keluarga yang menjadi korban insiden ini," demikian pernyataan pihak Princess Cruises.

Dalam pernyataan terpisah, seperti dilansir Global News, Otoritas Penerbangan Federal AS atau FAA menyatakan kedua pesawat 'bertabrakan di udara dalam situasi yang belum diketahui'. FAA menyebut tabrakan terjadi di dekat Teluk Coon Cove, Ketchikan.

Ditambahkan FAA bahwa dua pesawat yang terlibat tabrakan merupakan pesawat terbang apung jenis de Havilland DHC-2 Beaver dan de Havilland Otter DC-3. Kedua pesawat, menurut FAA, tidak terbang di bawah arahan Air Traffic Control (ATC) setempat.

Penyebab tabrakan di udara ini belum diketahui pasti. FAA menyatakan pihaknya masih menyelidiki insiden ini bersama Badan Keselamatan Transportasi Nasional (NTSB).


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:03

    Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

    JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.