Selasa, 04 Agu 2026
- Home
- Internasional
- Abaikan Klaim Gencatan Senjata, Serangan Pasukan Israel Tewaskan 13 Orang
Internasional,
Abaikan Klaim Gencatan Senjata, Serangan Pasukan Israel Tewaskan 13 Orang
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 04 Agu 2026 09:16
JAKARTA - Proses negosiasi kesepakatan Gaza kembali menghadapi tantangan setelah Pemerintah Israel menolak klaim publik terkait posisi mereka. Pihak berwenang Israel menanggapi dingin pengumuman kelompok Hamas yang mengklaim bersedia melucuti senjata, meskipun langkah tersebut telah didukung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Melalui Juru bicara kantor Perdana Menteri (PM) Israel, Doron Spielman, pemerintah setempat menegaskan bahwa informasi kesepakatan yang beredar tidak sesuai dengan pandangan mereka.
"Israel telah menyampaikan komentar dan kekhawatirannya tentang kerangka kerja yang diusulkan kepada rekan-rekan Amerika kami. Versi yang telah dipublikasikan tidak mencerminkan posisi Israel," terangnya, Senin (3/8/2026).
Pernyataan ini keluar menyusul pengumuman Hamas pada Jumat lalu mengenai kesiapan mereka menyerahkan aset senjata kepada komite Palestina. Trump menyambut hal ini sebagai sebuah langkah maju dan mengklaim Israel turut berbahagia.
Namun, Spielman mengungkap bahwa intelijen Israel menemukan fakta sebaliknya. Kelompok Hamas dikabarkan terus membangun kembali kekuatan militernya dan merekrut anggota baru sejak wacana gencatan senjata mencuat bulan Oktober lalu.
Menurutnya, manuver di lapangan itu mengarah pada persiapan tragedi serupa insiden 7 Oktober, bukan sekadar komitmen perdamaian seperti yang diharapkan Dewan Perdamaian bentukan AS.
"Visi itu sangat bertentangan dengan realitas saat ini dan dengan niat Hamas yang dinyatakan. Langkah pertama yang sangat penting menuju kesepakatan yang langgeng adalah demiliterisasi Hamas yang tulus, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan," rincinya.
Pihaknya menolak keras segala bentuk kesepakatan yang memberikan celah kelonggaran militer di masa depan.
"Apa pun yang kurang dari demiliterisasi penuh akan membuat Hamas memiliki kemampuan untuk mengancam Israel lagi," tambahnya.
Selama komitmen pelucutan senjata itu belum dapat diverifikasi secara faktual, sumber internal pejabat Israel memastikan pasukan darat akan tetap beroperasi di sebagian besar Jalur Gaza. Kondisi ini sejalan dengan laporan otoritas Palestina yang mencatat berlanjutnya serangan Israel pada Minggu (2/8/2026) hingga merenggut setidaknya 13 nyawa.(goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/abaikan-klaim-gencatan-senjata-serangan-pasukan-israel-tewaskan-13-orang.html
komentar Pembaca