Jumat, 24 Apr 2026

Internasional

Ada Rencana Serangan Jelang Ramadan, Sri Lanka Waspada Tinggi

Selasa, 30 Apr 2019 13:49
Dok: Reuters
Tentara Sri Lanka siaga usai rentetan bom Paskah
Colombo - Sri Lanka dalam kondisi waspada tinggi setelah laporan intelijen menyebut adanya rencana serangan menjelang Ramadan. Pengetatan keamanan di Sri Lanka telah dilakukan sejak rentetan bom saat perayaan Paskah menewaskan 253 orang, pekan lalu.

Divisi Keamanan Kementerian pada Kepolisian Sri Lanka sebelumnya merilis peringatan soal rencana serangan militan yang diperkirakan akan terjadi pada Minggu (28/4) atau Senin (29/4) kemarin. Peringatan itu dirilis kepada para anggota parlemen setempat juga pejabat terkait.

Meskipun tidak ada serangan pada Minggu dan Senin kemarin, otoritas Sri Lanka tetap memperketat keamanan di wilayahnya.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (30/4/2019), ada sebuah dokumen baru yang mengindikasikan rencana serangan di Sri Lanka sebelum Ramadan tiba. Dokumen itu disebut beredar di kalangan otoritas keamanan setempat.

Dituturkan seorang sumber pemerintahan Sri Lanka kepada Reuters bahwa dokumen itu menginstruksikan seluruh personel kepolisian dan pasukan keamanan di Sri Lanka untuk tetap dalam kondisi waspada tinggi, karena militan dicurigai akan melancarkan serangan sebelum Ramadan.

Diketahui bahwa Ramadan akan dimulai pada Senin (6/4) mendatang di Sri Lanka.

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Sri Lanka gencar melakukan operasi penggerebekan dan perburuan para tersangka yang diduga terkait rentetan bom Paskah juga terlibat aktivitas militan radikal.

"Keamanan akan tetap ketat untuk beberapa hari karena militer dan polisi masih melacak para tersangka," tutur pejabat intelijen senior kepolisian setempat.

Otoritas Sri Lanka menyebut dua militan lokal, Jamaah Tauhid Nasional (NTJ) dan Jammiyathul Millathu Ibrahim (JMI), sebagai pelaku serangan bom pada Minggu (21/4) lalu, meskipun kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim bertanggung jawab.

Sejauh ini, otoritas Sri Lanka telah menangkap lebih dari 100 orang, termasuk sejumlah warga Suriah dan Mesir, untuk diinterogasi terkait rentetan bom tersebut. Otoritas Sri Lanka juga menyatakan tengah memburu 140 orang yang diyakini terlibat aktivitas ISIS di wilayahnya.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Kamis, 23 Apr 2026 21:18

    Pendidikan Vokasi Harus Sesuaikan Kompetensi Lulusan dengan Kebutuhan Industri

    SURABAYA â€" Penguatan pendidikan vokasi kembali menjadi bahan diskusi, seiring dorongan untuk menyesuaikan kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri, khususnya di sektor ekonomi kreatif dan k

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:15

    Contoh Surat Tugas Pengawas TKA 2026 Lengkap dengan Penjelasannya

    JAKARTA - Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan bentuk evaluasi yang dirancang untuk mengukur kemampuan literasi dan numerasi peserta didik pada jenjang akhir pendidikan. Pelaksanaannya dilakuka

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:09

    Salah Bantal Bikin Leher Kaku? Ini Cara Aman untuk Mengatasinya

    BANYAK orang pernah mengalami kondisi bangun tidur dengan leher terasa kaku atau nyeri. Hal ini pun sering dikaitkan dengan salah bantal.Meski terdengar sepele, kondisi salah banta

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:05

    Apakah Pegal-Pegal Setelah Padel atau Olahraga Lain Wajar? Ini Kata Dokter

    BANYAK orang kerap merasakan pegal setelah main padel atau menjalani olahraga lainnya. Biasanya rasa pegal tak langsung timbul setelah bermain.Beberapa orang biasanya baru mer

  • Kamis, 23 Apr 2026 21:03

    Viral! Trump Disebut Nyaris Aktifkan Kode Nuklir ke Iran, Dihentikan Jenderal AS

    JAKARTA - Klaim mengejutkan muncul terkait Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang disebut sempat mencoba mengakses kode nuklir dalam sebuah pertemuan darurat di Gedung Putih. Namun, langkah

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.