Rabu, 01 Jul 2026
  • Home
  • Internasional
  • Akan Dipulangkan ke Myanmar, Warga Rohingya di Bangladesh Ketakutan

Internasional

Akan Dipulangkan ke Myanmar, Warga Rohingya di Bangladesh Ketakutan

Jumat, 09 Nov 2018 11:29
Dok: Reuters
Yangon - Para pengungsi Rohingya di Bangladesh direncanakan untuk dipulangkan ke Myanmar. Kelompok-kelompok kemanusiaan menganggap rencana ini terlalu dini dan para pengungsi ketakutan untuk meninggalkan Bangladesh.

Lebih dari 720 ribu warga Rohinga lari dari negara bagian Rakhine, Myanmar utara ke Bangladesh setelah operasi militer pada Agustus 2017 lalu. Para penyintas menyebut operasi militer Myanmar itu diwarnai pemerkosaan dan pembunuhan massal.

Pemerintah Bangladesh dan Myanmar telah menandatangani kesepakatan untuk mengizinkan warga Rohingya kembali ke Myanmar. Namun banyak warga Rohingya yang takut untuk kembali tanpa jaminan kewarganegaraan, kebebasan bergerak dan keselamatan.

Namun pemerintah kedua negara, beberapa pekan terakhir menyatakan akan melakukan pemulangan berskala besar pada pertengahan November ini. Kelompok-kelompok kemanusiaan pun mengecam rencana ini karena menganggap situasi di Rakhine belum memadai.

"Mereka lari ke Bangladesh untuk mencari keselamatan dan mereka sangat bersyukur kepada pemerintah Bangladesh karena memberikan mereka tempat perlindungan," demikian statemen bersama dari 42 kelompok kemanusiaan dan kemasyarakatan yang menyebut upaya pemulangan itu "berbahaya."

"Mereka takut akan apa yang akan terjadi pada mereka jika mereka kembali ke Myanmar sekarang, dan tertekan oleh kurangnya informasi yang mereka terima," demikian disampaikan seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (9/11/2018).

Oxfam, World Vision dan Save the Children termasuk di antara kelompok-kelompok yang bekerja di Myanmar dan Bangladesh, yang ikut menandatangani statemen bersama tersebut.

Sebelumnya, tim pencari fakta PBB telah menyerukan agar para pemimpin militer Myanmar diselidiki atas tuduhan genosida terhadap warga Rohingya. Namun pemerintah Myanmar menolak seruan itu dan menegaskan bahwa militer hanya memberantas para ekstremis Rohingya yang telah menyerang pos-pos polisi Myanmar.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor