- Home
- Internasional
- Ancam Turki, ISIS Sebut Erdogan "Pengkhianat"
Ancam Turki, ISIS Sebut Erdogan "Pengkhianat"
Rabu, 19 Agu 2015 12:03
ISTANBUL-Kelompok ISIS kembali menarget Turki dalam video yang menyerukan pendukungnya untuk angkat senjata untuk "menaklukkan Istanbul."
Video yang tidak bertanggal ini diberi judul "Pesan untuk Turki," berisi kritikan terhadap presiden Turki yang disebut sebagai "pengkhianat" karena telah membuka dua pangkalan udaranya bagi koalisi yang dipimpin AS untuk menjalankan serangan udaranya terhadap kelompok tersebut.
Video tersebut menyerukan kepada orang-orang untuk memberontak melawan apa yang disebut sebagai "atheis, tentara perang salib dan kaum kafir." "Lawanlah teman-teman setan," ujar narator dalam bahasa Turki, wajahnya terlihat jelas dalam video yang diluncurkan oleh kantor media Raqqa, ibukota de facto ISIS di Suriah bagian utara.
Duduk dengan latar belakang bukit-bukit yang gersang, video menampilkan seorang pria dengan janggut beruban memegang senapan, duduk bersila di antara dua pria bersenjata yang tidak berbicara dalam video sepanjang 2,5 menit ini. Tidak terlihat grafik yang mencolok atau musik pengiring dramatis yang sering terlihat dalam video produksi ISIS.
Video ini muncul di saat Turki menghadapi krisis politik domestik setelah pemilihan legislatif yang berlangsung Juni. Para anggota parlemen gagal membentuk pemerintahan koalisi dan Presiden Recep Tayyip Erdogan dapat segera mengumumkan pemilu baru.
Erdogan menghadapi kritik dari dalam dan luar negeri atas responnya yang tertunda dalam mendukungan serangan anti ISIS. Turki mulai melancarkan pemboman terhadap kelompok ekstremis tersebut di Suriah akhir bulan lalu.
"Ia menjadikan Anda budak tentara salib Amerika Serikat dan mengorbankan nilai-nilai Anda," ujar pria dalam video. "Erdogan terus menjadi antek hanya untuk mempertahankan jabatannya."
Pria yang tidak diidentifikasi ini juga menuduh pemerintah Turki berpihak dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK) dan Tentara Pembebasan Suriah. Milisi Kurdi dan kelompok pemberontak Suriah termasuk dalam kelompok yang melawan upaya ISIS untuk mencaplok lebih banyak wilayah.
Namun di Turki, kelompok-kelompok oposisi menuduh pemerintah bersikap permisif dengan membolehkan tentara dan peralatan untuk mencapai posisi-posisi ISIS di Suriah melalui perbatasan Turki sebagai bagian dari upaya melemahkan kekuasaan Presiden Bashar al-Assad di Suriah. Pemerintahan Presiden Erdogan telah berkali-kali membantah tuduhan tersebut.
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie