Selasa, 21 Apr 2026

Internasional

Ayatollah Khamenei Dijatuhi Sanksi, Iran Sebut AS Haus Perang

Selasa, 25 Jun 2019 13:23
Dok: Reuters
Ayatollah Ali Khamenei
TEHERAN - Pemerintahan Iran memberikan reaksi keras terhadap keputusan Amerika Serikat (AS) yang menjatuhkan sanksi terhadap pemimpin tertinggi dan para pejabat tinggi negara itu. Iran menyebut sanksi-sanksi itu secara permanen menutup jalur diplomasi antara pihaknya dengan AS.

Pada Senin (24/6) waktu setempat, pemerintahan Presiden Donald Trump menargetkan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dan para pejabat senior Iran dengan sanksi-sanksi baru AS. Menteri Keuangan AS, Steve Mnuchin, menyatakan bahwa Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Javad Zarif, juga akan dijatuhi sanksi pekan ini. Sanksi-sanksi baru itu bertujuan untuk memberikan pukulan terbaru terhadap perekonomian Iran, setelah negara itu menembak jatuh drone militer AS.

Seperti dilansir Reuters, Selasa (25/6/2019), Zarif dalam komentarnya via Twitter terang-terangan menyebut para politikus radikal yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump, haus akan perang, bukannya diplomasi. Komentar ini disampaikan usai penjatuhan sanksi oleh AS.

"@realDonaldTrump benar 100 persen bahwa militer AS tidak memiliki urusan di Teluk Persia. Penarikan pasukan AS sepenuhnya sejalan dengan kepentingan AS dan dunia. Tapi sekarang jelas bahwa #B_team tidak peduli dengan kepentingan AS -- mereka membenci diplomasi, dan haus akan perang," demikian postingan Zarif di Twitter.

Diketahui bahwa sebelumnya Zarif menyebut 'B-team' atau tim B termasuk penasihat keamanan nasional AS, John Bolton, yang keras terhadap Iran dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang bisa mendorong Trump untuk berperang dengan Iran.

Pernyataan Zarif soal militer AS tak punya urusan di Teluk Persia tampaknya merujuk pada kicauan Trump sebelumnya, yang menyebut negara-negara lain harus melindungi pengiriman minyak mereka di kawasan Timur Tengah, dan bukannya bergantung pada AS untuk melindungi mereka.

Secara terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Abbas Mousavi, menegaskan bahwa penjatuhan sanksi terhadap Khamenei sama saja menutup jalur diplomasi untuk meredakan ketegangan antara Iran dan AS.

"Memberlakukan sanksi-sanksi tak berguna terhadap Pemimpin Tertinggi Iran (Ayatollah Ali Khamenei) dan komandan diplomasi Iran (Menlu Zarif) menjadi penutupan permanen jalur diplomasi," cetus Mousavi dalam pernyataan via Twitter.

"Pemerintahan Trump yang putus asa telah menghancurkan mekanisme internasional yang dibangun untuk menjaga perdamaian dan keamanan dunia," imbuhnya.

Awal pekan ini, seorang pejabat senior Departemen Luar Negeri AS menyebut AS sedang membangun koalisi dengan sekutu-sekutunya untuk melindungi jalur pelayaran di kawasan Teluk. Hal ini menindaklanjuti serangan-serangan terhadap kapal-kapal tanker minyak yang diduga dilakukan Iran.

Otoritas Iran sendiri telah menyangkal keterlibatan dalam serangan-serangan terhadap enam kapal tanker minyak, termasuk dua kapal tanker Arab Saudi di dekat Selat Hormuz yang menjadi jalur pelayaran minyak global.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.