- Home
- Internasional
- Bertambah Banyak Warga AS yang Khawatir Naik Boeing 737 MAX 8
Internasional
Bertambah Banyak Warga AS yang Khawatir Naik Boeing 737 MAX 8
Rabu, 13 Mar 2019 11:53
Sejumlah politikus AS juga telah menyerukan agar pesawat tersebut dikandangkan sementara menunggu hasil penyelidikan atas jatuhnya Ethiopian Airlines. Namun badan penerbangan AS telah menyatakan bahwa saat ini tak ada dasar untuk mengandangkan pesawat terlaris milik Boeing, raksasa penerbangan AS itu.
Lantas, bagaimana pendapat publik AS? Saat ini bertambah banyak warga AS yang mengaku khawatir untuk menaiki pesawat Boeing 737 MAX 8.
Di media-media sosial, banyak warga AS yang menuliskan hal senada. Sebagian bahkan membatalkan penerbangan yang menggunakan pesawat tipe tersebut.
"Kami mendapat beberapa pertanyaan dari pelanggan yang menanyakan apakah penerbangan mereka akan dioperasikan oleh Boeing 737 MAX 8," kata juru bicara Southwest Airlines, Michelle Agnew.
Bahkan para pilot dan kru penerbangan AS pun dilanda kecemasan. Airline Personnel Union (APFA) yang mewakili para pegawai maskapai American Airlines, telah memberitahukan semua anggotanya untuk tidak menaiki 737 MAX 8 jika mereka merasa tidak aman.
Asosiasi Petugas Penerbangan (AFA) juga secara resmi menyerukan penyelidikan oleh Badan Aviasi Federal AS. "Setelah kecelakaan kedua, regulator, produsen, dan maskapai penerbangan harus mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah dengan segera," demikian disampaikan AFA.
Pesawat Ethiopian Airlines jenis Boeing 737 MAX 8 yang membawa 157 penumpang dan awak, jatuh saat mengudara ke Nairobi, Kenya pada Minggu (11/3) waktu setempat. Pesawat dilaporkan jatuh hanya sekitar enam menit setelah lepas landas dari Addis Ababa. Otoritas Ethiopia telah menyatakan tidak ada yang selamat dalam insiden mengenaskan itu. Disebutkan juga bahwa para korban tewas berasal dari 35 negara.
Sebelumnya pada Oktober 2018, pesawat Boeing 737 MAX 8 milik maskapai Lion Air juga jatuh hanya sekitar 12 menit setelah lepas landas dari Jakarta. Keseluruhan penumpang dan kru pesawat yang berjumlah 189 orang. Menyusul jatuhnya pesawat Lion Air, penyelidik mengatakan bahwa pilot tampaknya berkutat dengan sistem otomatis yang dirancang untuk mencegah pesawat mandek di angkasa, fitur terbaru dalam jet tersebut.
Sistem anti-mandek tersebut berkali-kali memaksa hidung pesawat turun, meskipun pilot berusaha mengangkatnya, menurut temuan awal. Pesawat Lion Air tersebut juga baru dan kecelakaan terjadi tak lama setelah lepas landas.
Sumber: detik.com Internasional
Simpatisan Komitmen Kawal Realisasi Target Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Ribuan massa aksi yang mengatasnamakan Simpatisan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Malang Raya menyelenggarakan Apel Akbar dan Senam Bersama di Alun-Alun Tugu, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (20
Presiden Prabowo Setujui Gagasan Pelatnas Multiyears, Mensetneg dan Seskab Follow Up Anggaran
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto memberikan dukungan besar untuk memperkuat pengembangan ekosistem olahraga nasional. Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) E
Delegasi Malaysia Lirik Potensi Besar Kelapa Rangsang Meranti
SELATPANJANG - Pasar internasional kembali melirik kekayaan alam Kabupaten Kepulauan Meranti. Perusahaan asal Malaysia, Grisek Jaya Sdn. Bhd, terjun langsung menjajaki peluang bisnis dan perdagangan k
Bupati Tabanan Buka Festival Jatiluwih Ke-7, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pariwisata Lokal
Bupati Tabanan, Bali, I Komang Gede Sanjaya, secara resmi membuka Festival Jatiluwih Ke-7 Tahun 2026 pada Sabtu, 20 Juni 2026. Acara ini akan berlangsung hingga Minggu, 21 Juni 2026, dengan tujuan uta
Pemerintah Perluas Akses Internet Pendidikan dengan Starlink di Nias Utara: Solusi Daerah 3T
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat Akses Internet Pendidikan, khususnya di wilayah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T). Upaya ini diwujudkan melalui penye