- Home
- Internasional
- Bukan karena Covid, Sri Lanka Tutup Sekolah dan Minta Pegawai Kerja dari Rumah
Bukan karena Covid, Sri Lanka Tutup Sekolah dan Minta Pegawai Kerja dari Rumah
Admin
Selasa, 28 Jun 2022 10:35
Buntut dari krisis ekonomi yang melanda Sri Lanka, sekolah-sekolah ditutup dan para pegawai diminta kerja dari rumah. Warga juga harus mengantre berhari-hari untuk mendapatkan BBM.
Dilansir The Straits Times, Senin (27/6), pemerintah meminta para pegawai bekerja dari rumah sampai pemberitahuan selanjutnya. Sedangkan sekolah telah ditutup selama sepekan di Kolombo dan sekitarnya.
Ini adalah krisis ekonomi terburuk dalam 70 tahun yang melanda negara tersebut, yang juga menyebabkan kelangkaan BBM.
"Saya mengantre selama empat hari, saya belum tidur atau makan dengan layak selama masa-masa ini," kata seorang sopir bajaj, WD Shelton (67).
"Kami tidak bisa mencari uang, kami tidak bisa memberi makan keluarga kami," lanjutnya, yang berada di nomor antrean 24 di pom bensin di pusat kota Kolombo.
Shelton memutuskan tetap berada di pom bensir karena tidak punya BBM untuk pulang ke rumahnya yang berjarak 5 kilometer.
Antrean di pom bensin semakin memanjang sejak pekan lalu.
"Ini tragedi, kami tidak tahu di mana ujungnya," kata Shelton.
Menteri Kelistrikan dan Energi Sri Lanka, Kanchana Wijesekera mengatakan pada Minggu, stok BBM mencapai sekitar 9.000 ton untuk solar dan 6.000 ton bensin, tetapi tidak ada pengiriman baru yang dijadwalkan.
Transportasi umum, pembangkit listrik, dan layanan kesehatan diprioritaskan dalam distribusi BBM. Pelabuhan dan bandara juga mendapatkan jatah distribusi BBM.