- Home
- Internasional
- China: Australia Tiupkan Mentalitas Perang Dingin Untuk Perkuat Pengaruh di Pasifik
Internasional
China: Australia Tiupkan Mentalitas Perang Dingin Untuk Perkuat Pengaruh di Pasifik
Rabu, 14 Nov 2018 15:14
Komentar keras ini menambah ketegangan menjelang pelaksanaan KTT APEC, yang akan diadakan pada akhir pekan ini di Port Morseby, Papua Nugini, dan akan dihadiri oleh Perdana Menteri Australia Scott Morrison dan Presiden China Xi Jinping.
Komentar ni menyusul kebijakan "Pivot (Pusat Perhatian) ke Pasifik" yang baru-baru ini diperkenalkan oleh Pemerintah Australia, dimana PM Scott Morrison menjanjikan hubungan pertahanan dan keamanan yang lebih erat dengan tetangga-tetangga Australia di Pasifik sebagai benteng melawan pengaruh China yang meningkat.
"Wilayah-wilayah di Pulau Pasifik bukanlah kawasan bagi pengaruh negara manapun," kata Wakil Menteri Luar Negeri Zheng Zeguang kepada para wartawan di Beijing.
Dia juga mendesak Australia untuk "secara obyektif melihat hubungan antara China dan negara-negara Kepulauan Pasifik dan untuk meninggalkan mentalitas Perang Dingin dan mentalitas "zero-sum game (kemenangan satu pihak berarti kekalahan bagi pihal lain) yang keduanya ketinggalan jaman."
Zheng juga memperingatkan bahwa kerja sama China dengan negara-negara Pasifik tidak dapat diblokir, mengumumkan bahwa Presiden China Xi Jinping akan bertemu dengan para pemimpin dari delapan negara Pasifik dalam pertemuan sebelum KTT APEC di Port Moresby.
"Negara-negara lain seharusnya tidak menghalangi kerjasama dan pertukaran persahabatan China dengan negara-negara lain di kepulauan Pasific," kata Zheng.
"Tentu saja, mereka tidak punya cara untuk menghalangi kerja sama ini dan pertukaran ini."
Hugh White, Profesor Emiritus Studi Strategis di Universitas Nasional Australia, mengatakan PM Scott Morrison akan memiliki pekerjaan yang sulit di APEC
"Pemerintah telah membangkitkan harapan yang sangat tinggi terutama di antara negara-negara Pasifik Selatan bahwa mereka akan melihat generasi baru dari sumbangan Australia," kata Profesor White.
"Saya tidak mendapat kesan bahwa Pemerintah memiliki banyak rincian untuk ditawarkan kepada mereka."
Profesor White mengatakan pilihan terbaik Canberra adalah membangun hubungan budaya dan politik yang sudah lama, yang terabaikan selama beberapa tahun terakhir.
"Kita harus memiliki sesuatu yang jauh lebih canggih daripada hanya berubah sikap dengan buku cek yang sedikit lebih besar dari China, sebagian karena buku cek China sangat besar dan sebagiannya karena menghabiskan uang sebenarnya bukan hal mendasar dari persoalan ini."
(detik.com) Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie