Senin, 04 Mei 2026

Internasional

Dalai Lama: Bunuh Orang atas Nama Islam, Berarti Bukan Muslim

Rabu, 14 Sep 2016 12:55
AP
Dalai Lama.

PARIS – Pemuka agama Buddha di Tibet, Dalai Lama mendesak negara-negara Eropa untuk membuka pintunya bagi para pengungsi. Apalagi jika para pendatang itu adalah korban perang di Suriah.

Menurutnya, pemerintah di negara Benua Biru selayaknya juga bekerja sama untuk mengakhiri perang di negara asal para pengungsi itu sehingga mereka bisa pulang ke negaranya. Bukannya berdesak-desakan untuk terus tinggal di negara mereka.

Seruan itu disampaikan Dalai Lama saat menjadi pembicara dalam konferensi lingkungan dan spritualitas di Paris, Prancis pada Selasa 13 September. Dalam kesempatan yang sama, pria yang hidup dalam pengasingan di India tersebut juga sekali lagi menyatakan keinginannya untuk berdialog dengan ISIS.

Ia percaya, satu-satunya jalan untuk mengakhiri perang di manapun adalah dialog. Demikian juga untuk mengakhiri perang di Suriah yang dibutuhkan ialah berbicara secara terbuka dan dua arah dengan kelompok teroris itu.

"Seorang praktisi Islam sesungguhnya wajib menghargai nyawa orang lain. Siapapun yang membunuh orang atas nama Islam atau Buddha, otomatis bukan lagi seorang muslim atau penganut agama Buddha," tegasnya, seperti disunting dari News24, Rabu (14/9/2016).

Dalai Lama ke-14 itu juga menyatakan kegembiraannya saat bertemu dengan Presiden Prancis Francois Hollande. Sementara itu, dia melontarkan kritik pedas soal maraknya penyensoran di China. Guru spiritual 81 tahun tersebut menilai, langkah pemerintah Negeri Tirai Bambu sebagai tidak bermoral. Meski begitu, dia percaya suatu saat China bisa bersikap lebih santai dan terbuka.

Sebelumnya, biksu kelahiran 6 Juli 1935 itu pernah menyampaikan keinginan bertemu ISIS pada seminar perdamaian di Bangalore, India pada Senin 7 Desember 2015. Namun sama halnya dengan pertemuan kali ini, dia tidak menjelaskan lebih rinci mengenai tempat dan waktu, serta cara meyakinkan ISIS untuk bertobat. (Okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.