Selasa, 21 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Demonstran RUU Ekstradisi Coba Pecahkan Kaca Gedung Parlemen Hong Kong

Internasional

Demonstran RUU Ekstradisi Coba Pecahkan Kaca Gedung Parlemen Hong Kong

Senin, 01 Jul 2019 15:37
Dok: Reuters
Demonstran RUU ekstradisi coba pecahkan pintu kaca gedung parlemen Hong Kong
Hong Kong - Para demonstran antipemerintah Hong Kong kembali beraksi awal pekan ini. Mereka menyerbu dan berusaha memecahkan pintu kaca pada gedung parlemen Hong Kong dengan menggunakan troli dan tongkat logam, di tengah kemarahan terkait rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang kontroversial.

Diketahui bahwa otoritas Hong Kong sebelumnya mengumumkan penundaan pembahasan RUU ekstradisi hingga batas waktu yang tak ditentukan. Namun para demonstran menuntut agar RUU yang mengatur ekstradisi ke China itu dicabut selamanya. RUU itu banyak diprotes karena dikhawatirkan akan melemahkan penegakan hukum di Hong Kong.

Seperti dilansir Reuters dan AFP, Senin (1/7/2019), dalam aksi protes terbaru di luar gedung parlemen atau yang disebut sebagai Dewan Legislatif Hong Kong, para demonstran berusaha memecahkan pintu kaca di sekitar gedung. Mereka menggunakan troli dan tiang dari logam untuk memecahkan pintu kaca.

Aksi para demonstran ini memicu retak-retak pada pintu kaca gedung parlemen Hong Kong. Sekitar 100 polisi antihuru-hara yang memakai helm pelindung dan membawa tongkat berdiri di bagian dalam gedung, tepatnya di balik pintu kaca yang mulai retak.

Sejumlah demonstran terus berusaha memecahkan pintu kaca tersebut. Video insiden tersebut yang beredar luas di media sosial menunjukkan momen saat para demonstran yang memakai helm dan masker pelindung mendorong troli logam yang berisi kardus ke arah pintu kaca pada gedung parlemen.

Aksi para demonstran antipemerintah ini digelar menjelang aksi besar-besaran untuk memperingati penyerahan Hong Kong dari Inggris ke China tahun 1997 lalu.

Ketegangan meningkat saat polisi membentangkan spanduk warna merah yang isinya memperingatkan para demonstran untuk menghentikan aksi mereka atau polisi akan menggunakan kekerasan. Sejumlah anggota parlemen ikut turun tangan, meminta para demonstran untuk menghentikan aksinya.

Polisi Hong Kong sebelumnya mengejar para demonstran, memukuli mereka dengan tongkat dan menggunakan semprotan merica untuk membubarkan mereka.

"Dalam beberapa tahun terakhir, orang-orang mulai semakin aktif, karena mereka mendapati cara-cara damai tidak berhasil," sebut salah satu demonstran bernama Chen (24).

Lebih dari 1 juta orang turun ke jalanan sejak tiga pekan terakhir, untuk meluapkan kemarahan dan frustrasi pada pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, yang pro-Beijing. Lam sendiri telah menyampaikan permintaan maaf kepada publik, termasuk soal respons kepolisian yang menggunakan kekerasan terhadap demonstran.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 18:39

    Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka

    INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:36

    PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun

    JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:33

    Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai

    JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:27

    Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia

    JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu

  • Selasa, 21 Apr 2026 18:19

    Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!

    JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.