Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Internasional
  • Dinilai Picu Erosi Budaya, Proyek Relokasi Nomaden Tibet di China Jadi Sorotan

Berita

Dinilai Picu Erosi Budaya, Proyek Relokasi Nomaden Tibet di China Jadi Sorotan

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 28 Jan 2026 15:38
JAKARTA �" China dilaporkan berupaya memindahkan penduduk nomaden Tibet di wilayah Amdo, Qinghai, dan Sichuan. Langkah ini diklaim sebagai bagian dari program modernisasi dan perlindungan ekologis, namun juga menimbulkan perhatian terkait dampaknya terhadap pola hidup tradisional masyarakat Tibet.

Sejak awal 2000-an, China mempercepat "Proyek Pemukiman Nomaden" di bawah kampanye Pembukaan Barat. Di Amdo, Qinghai, dan Sichuan, ribuan nomaden Tibet dipindahkan ke kompleks perumahan baru.
Dilansir European Times, Rabu, (28/1/2026), Beijing menyebut tiga alasan utama pemindahan tersebut: perlindungan lingkungan untuk mengurangi tekanan penggembalaan pada padang rumput, modernisasi ekonomi dengan mengintegrasikan nomaden ke dalam pasar, serta stabilitas sosial melalui program "Pedesaan Sosialis Baru."

Pada 2009, Qinghai merencanakan pembangunan lebih dari 25 ribu rumah dengan investasi sekitar 1,2 miliar RMB, mencakup 31 kabupaten di enam prefektur.
Sejumlah laporan menyebutkan bahwa kebijakan ini berdampak pada mata pencaharian tradisional, terutama penggembalaan ternak, serta menimbulkan tantangan bagi keluarga yang beradaptasi dengan kehidupan perkotaan.
Selain itu, beberapa pengamat menilai adanya perubahan budaya, karena tradisi nomaden seperti migrasi musiman dan penggembalaan komunal berkurang ketika masyarakat tinggal di pemukiman permanen.

Pergeseran dari padang rumput ke perumahan teratur juga disebut menciptakan keterasingan, khususnya bagi generasi tua.

Sejumlah sarjana berpendapat proyek ini lebih terkait dengan standardisasi sosial dibandingkan aspek ekologi. Namun, ada juga keluarga yang mencoba memadukan tradisi dengan mata pencaharian baru, seperti menjual produk susu, mengajarkan budaya Tibet, atau terlibat dalam ekowisata.


Buddhisme Tibet, yang menekankan ketahanan dan welas asih, dipandang sebagai sumber kekuatan dalam menghadapi transisi ini.
Program pemukiman dianggap sebagai bagian dari pendekatan China terhadap pembangunan wilayah perbatasan. Pertanyaan yang muncul adalah bagaimana identitas budaya dapat tetap bertahan di tengah perubahan lanskap.(okezone.news)

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.