Rabu, 01 Jul 2026

Internasional

Dubes Saudi Untuk AS Bantah Pernah Suruh Khashoggi Pergi ke Turki

Sabtu, 17 Nov 2018 14:53
Detik.com
Jamal Khashoggi
Washington - Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat atau CIA menyimpulkan bahwa Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MBS) memerintahkan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi di Konsulat Saudi di Istanbul, Turki. Kesimpulan CIA ini salah satunya didasarkan pada sadapan telepon Duta Besar (Dubes) Saudi untuk AS, Pangeran Khalid bin Salman yang tak lain adalah saudara laki-laki MBS.

Menurut media ternama Washington Post seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (17/11/2018), pejabat-pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan CIA ini mengatakan, Khalid mengatakan kepada Khashoggi via telepon agar dia datang ke Konsulat Saudi di Istanbul untuk mendapatkan berkas-berkas yang diperlukannya untuk pernikahannya dengan sang tunangan, dan menjamin hal itu aman dilakukannya. Tidak jelas apakah Khalid tahu bahwa Khashoggi akan dibunuh, namun dia disuruh MBS untuk menelepon Khashoggi.

Namun Pangeran Khalid langsung membantah laporan tersebut. Dalam postingan di Twitter pada Jumat (16/11), Khalid mengatakan bahwa kontak terakhirnya dengan Khashoggi adalah via pesan teks pada 26 Oktober 2017. Khalid juga menyatakan bahwa dirinya tak pernah menyarankan Khashoggi untuk pergi ke Turki.

"Saya tak pernah berbicara dengan dia lewat telepon dan tentu saja tidak pernah menyarankan dia pergi ke Turki untuk alasan apa pun," demikian postingan Pangeran Khalid di Twitter seperti dilansir New York Times, Sabtu (17/11/2018).

Juru bicara Kedutaan Besar Saudi di Washington, Fatimah Baeshen, juga mengatakan, Khalid dan Khashoggi tak pernah membahas "apapun terkait pergi ke Turki". Dikatakannya, klaim yang disampaikan dalam kesimpulan CIA tersebut adalah palsu.

Hasil kesimpulan CIA mengenai peran MBS dalam pembunuhan Khashoggi ini pertama kali dilaporkan oleh media Washington Post pada Jumat (16/11) waktu setempat. Menurut Washington Post, kesimpulan CIA mengenai peran MBS juga didasarkan pada penilaian CIA mengenai MBS sebagai penguasa de facto Saudi yang mengawasi semua hal, bahkan urusan kecil sekalipun di Saudi.

"Posisi yang diterima adalah bahwa tak mungkin ini terjadi tanpa dia (MBS) tahu atau terlibat," kata seorang pejabat AS yang familiar dengan kesimpulan CIA ini seperti dilansir kantor berita AFP.

Para analis CIA meyakini bahwa kekuasaan MBS sangat kuat dan tidak akan kehilangan statusnya sebagai Putra Mahkota meskipun adanya skandal Khashoggi ini. "Kesepakatan umumnya adalah dia kemungkinan akan bertahan," kata pejabat AS tersebut.


(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor