Jumat, 12 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Fosil Gigi Berusia 2,6 Juta Tahun Picu Perdebatan Asal-usul Manusia

Internasional,

Fosil Gigi Berusia 2,6 Juta Tahun Picu Perdebatan Asal-usul Manusia

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 20 Agu 2025 15:38
Berita satu.com
Penemuan fosil gigi berusia sekitar 2,63 juta tahun di wilayah Afar, Ethiopia, memicu perdebatan besar dalam dunia paleoantropologi. Fosil tersebut pertama kali ditemukan pada 2018 oleh pemburu fosil asal Ethiopia, Omar Abdulla, bersama ahli paleontologi Kaye Reed.

Sayangnya, Abdulla tewas pada 2021, tetapi Reed melanjutkan penelitian atas temuan penting itu. Analisis menunjukkan gigi tersebut kemungkinan milik spesies Australopithecus yang belum teridentifikasi, yang hidup berdampingan dengan manusia purba pertama.

Hasil studi yang dipublikasikan di jurnal Nature ini memperkaya pemahaman mengenai masa transisi evolusi sekitar 2,5 juta tahun lalu, saat hanya ada tiga genus utama, Australopithecus, Paranthropus, dan Homo. Reed menekankan bahwa temuan gigi ini belum cukup kuat untuk menamai spesies baru karena dibutuhkan fosil tengkorak atau kerangka lengkap.

Tidak hanya itu, tim juga menemukan tiga gigi lain berusia 2,59"2,78 juta tahun yang diduga berasal dari spesies manusia tak dikenal. Meski begitu, data tentang spesies ini masih sangat terbatas.

Namun, sejumlah pakar skeptis. Ahli paleontologi Tim White berpendapat penemuan tersebut mungkin hanya bagian dari evolusi Australopithecus afarensis, spesies Lucy yang terkenal, bukan spesies baru. “Lebih masuk akal menafsirkan gigi ini sebagai bentuk Australopithecus afarensis yang lebih berevolusi,” jelas White.

Pendapat serupa disampaikan peneliti CENIEH, Marina Martinez de Pinillos dan Leslea Hlusko. Mereka menilai gigi tersebut tidak menunjukkan ciri unik yang membedakannya dari fosil Australopithecus afarensis maupun Homo awal. Direktur CENIEH, Maria Martinon, menambahkan, “Mungkin terlalu dini menyimpulkan bahwa ini adalah spesies baru, perbedaannya tidak cukup signifikan.”

Meski diperdebatkan, temuan ini tetap menjadi salah satu penemuan paling menarik dalam studi evolusi manusia, membuka peluang penelitian lebih lanjut tentang misteri leluhur kita.***(Berita Satu.com)
Sumber: Berita satu.com

Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 05 Jun 2026 09:49

    "Gunakan Manajemen Peternakan Modern", Pesan Bhabinkamtibmas Polres Inhu Untuk Ketahanan Pangan

    INHU-Upaya mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu) melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung masyarakat. Salah satunya dilakukan oleh p

  • Rabu, 03 Jun 2026 09:46

    Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polres Inhu Sambangi Petani Jagung Menulis

    INHU - Upaya mendukung program swasembada dan ketahanan pangan nasional terus dilakukan jajaran Polres Indragiri Hulu (Inhu). Melalui peran aktif Bhabinkamtibmas di desa binaan, kepolisian hadir membe

  • Sabtu, 30 Mei 2026 11:58

    Satres Narkoba Polres Dumai Gulung Dua Pengedar, 68 Paket Sabu dan Ekstasi Disita Sebagai Barang Bukti

    DUMAI-Komitmen Polres Dumai dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah hukumnya kembali membuahkan hasil. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Dumai yang dipimpin langsung oleh Ipda Rico Salom

  • Sabtu, 23 Mei 2026 09:42

    Simpan Sabu Dalam Bra, Gerombolan Pelaku Penyalahgunaan Narkotika Dibekuk Polsek Peranap

    INHU - Peredaran narkotika kembali menjadi perhatian serius aparat penegak hukum di Kabupaten Indragiri Hulu. Kali ini, jajaran Polsek Peranap berhasil membongkar dugaan jaringan penyalahgunaan narkot

  • Kamis, 21 Mei 2026 09:26

    Polsek Kelayang Ungkap Kasus Narkotika Di Desa Talang Pring, Dua Tersangka Dibekuk BB Puluhan Gram Sabu

    INHU-Upaya pemberantasan peredaran narkotika di wilayah hukum Polres Indragiri Hulu kembali membuahkan hasil. Personel Polsek Kelayang berhasil mengungkap kasus tindak pidana narkotika jenis sabu di D

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.