- Home
- Internasional
- Gelar Salat Jumat Masjid di Denmar dipimpin Imam Perempuan
Internasional
Gelar Salat Jumat Masjid di Denmar dipimpin Imam Perempuan
Minggu, 28 Agu 2016 09:38
The Guardian melaporkan, Sabtu (27/8), jamaah Masjid Maryam bisa mencapai 60 orang saat salat Jumat. Masjid ini satu dari sedikit tempat ibadah muslim yang khusus diperuntukkan bagi perempuan.
Sherin Khankan dan Saliha Marie Fetteh merupakan imam masjid ini. Mereka biasa memberikan khotbah tentang keseteraan gender, peran perempuan Islam dan peradaban, serta Islam menjawab perkembangan zaman.
Sherin Khankan menjelaskan masjid ini baru dibuka resmi pada Februari lalu. Dia mengatakan masih banyak kegiatan yang bisa dilakukan oleh takmir masjid untuk mempererat hubungan antar jamaah wanita di masjid.
"Jalan kami masih panjang untuk semakin meneguhkan eksistensi sebagai masjid khusus wanita," ujarnya.
Khankan menggagas pendirian masjid ini untuk menghapus stigma bahwa Islam tidak ramah pada perempuan. Di masjid-masjid kebanyakan, perempuan seringkali menempati shaf di belakang laki-laki. Tempat ibadah mereka pun dipisah. Sementara saat salat jumat, perempuan biasanya juga diminta tidak ikut datang.
"Kami ingin menantang dominasi patriarkis dalam Islam. Harus diakui, perempuan dalam agama ini belum dipandang sebagai mahluk yang setara dengan laki-laki," kata Khankan.
Ke depan Masjid Maryam akan menjalankan fungsi-fungsi tempat ibadah lainnya, termasuk melayani prosesi perkawinan. Khankhan menyatakan jamaah masjid ini perlu menyetujui beberapa nilai sebelum bisa bergabung. Di antaranya adalah perempuan berhak menuntut cerai, hak perempuan mengasuh anak bila pasangan muslim bercerai, serta tidak menyetujui poligami.
Walau didukung oleh komunitas muslim Denmark, pendirian masjid ini tetap tak lepas dari kontroversi. Khankhan menyatakan tidak ada satupun ajaran fundamental Islam yang mereka langgar. Mazhab jamaah masjid ini adalah Sunni.
Biar begitu, Khankan mengakui beberapa kerabat mencemoohnya karena punya ide mendirikan masjid khusus perempuan. Wanita keturunan Suriah ini pernah juga dikritik karena memberanikan diri menjadi imam salat jumat.
"Untungnya orang tua saya sangat mendukung. Ayah saya adalah muslim taat dan dia percaya pada nilai-nilai feminisme," kata Khankan.
[merdeka.com]
Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie