Jumat, 12 Jun 2026

Google Ukraina Bikin Terjemahan Negatif Soal Rusia

Kamis, 07 Jan 2016 08:39
Independent
Google Terjemahan Ukraina samakan Federasi Rusia dengan Mordor.
MOSKVA – Fitur penerjemah Google (Google Translate) dari bahasa Ukraina ke Rusia dikritik karena memunculkan arti yang berkonotasi negatif terhadap beberapa kata yang merujuk kepada orang maupun lembaga pemerintahan Rusia.

Salah satunya, Federasi Rusia dari bahasa Ukraina 'Rosisyska Federatsiya' jika diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia menjadi 'Mordor', negeri kekuasaan Sauron, penyihir jahat di kisah Lord of The Rings karangan J.R. Tolkien.

Fakta ini terungkap setelah seorang warga negara Ukraina mengunggah penemuannya itu ke Twitter. Pemilik akun Twitter dengan nama Jason Corcoran menulis keterangan di bawah foto gunung api Mordor bahwa Rusia sudah membuat marah Google Translate, sampai-sampai terjemahan yang keluar seburuk itu.

Selain Federasi Rusia, nama Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga jadi sasaran terjemahan ngawur ini. Terjemahan dari bahasa Ukraina ke Rusia untuk Sergei Lavrov, yakni kuda kecil yang sedih.

Terjemahan ini menarik karena bersifat kritik terhadap Negeri Beruang Merah, yang beberapa waktu terakhir bersitegang dengan Ukraina terkait pencaplokan Crimea. Diduga ada intervensi tersendiri dari negeri berjulukan keranjang rotinya Eropa ini.

Namun tuduhan tersebut telah dibantah oleh juru bicara Google. Ia menegaskan, tidak ada intervensi dari individu manapun, semua murni karena sistem yang bekerja.

"Ketika Google Translate menerima kata atau kalimat tertentu, sistem akan secara otomatis mencari pola dari ratusan juta dokumen untuk membantu memutuskan terjemahan terbaik untuk pencarian tersebut," ujar juru bicara Google, dilansir dari Independent, Kamis (7/1/2016).

Ia mengakui terkadang terjemahan pada mesin pencari terbesar di dunia ini tidak sempurna. Namun bukan berarti hal tersebut boleh dikaitkan dengan kesengajaan untuk menjelek-jelekkan sesuatu atau seseorang.

"Kami selalu berupaya untuk memperbaiki setiap kekeliruan yang mengganggu seperti ini secepat mungkin," tegasnya.

Pemerintah Rusia sendiri belum memberikan komentar maupun tanggapan resminya terkait hal tersebut. Posting-an milik Jason yang diunggah sejak 5 Januari itu juga hanya mengundang sedikit perhatian, dibagikan sekira 25 orang dan di-like sembilan orang saja.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:59

    Enam Tahanan Kabur Saat Dibawa Mobil Tahanan Kejari Pekanbaru Ke Pengadilan

     PEKANBARU- Enam tahanan kasus tindak pidana yang akan menjalani proses sidang di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, melarikan diri (kabur) dari mobil tahanan Kejaksaan Negeri (Kejari) Pekanbaru.K

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:49

    Pertamina Patra Niaga Kilang Dongkrak Ekonomi UMKM Lokal Lewat Dukungan Kantin TA Mayor 2026

    PEKANBARU - Pelaksanaan kegiatan pemeliharaan kilang berskala besar atau Turn Around Mayor 2026 PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) tak hanya menjadi momentum strateg

  • Jumat, 12 Jun 2026 14:45

    Pemerintah Targetkan Revitalisasi 71.744 Sekolah pada 2026

    Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyampaikan pemerintah menargetkan revitalisasi 71.744 satuan pendidikan di seluruh Indonesia sepanjang 2026.Program tersebut men

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.