Jumat, 19 Jun 2026

Internasional

Indonesia Tolak Pengakuan Dataran Tinggi Golan Jadi Milik Israel

Kamis, 28 Mar 2019 09:07
Detik.com
Dataran Tinggi Golan
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyatakan Indonesia menolak secara tegas adanya pengakuan Dataran Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Menurut Kemlu, Golan adalah wilayah kedaulatan Suriah.

"Indonesia menolak secara tegas adanya pengakuan kepada Daratan Tinggi Golan sebagai bagian dari Israel. Pengakuan ini tidak kondusif bagi upaya penciptaan perdamaian dan stabilitas kawasan. Indonesia tetap mengakui Dataran tinggi Golan sebagai bagian yang tak terpisahkan dari wilayah kedaulatan Republik Suriah yang saat ini diduduki Israel paska perang 1967," kata Kemlu dalam keterangan tertulis, Kamis (28/3/2019).

Posisi Indonesia tersebut didasarkan pada prinsip dalam Piagam PBB mengenai penghormatan atas kedaulatan teritorial tiap negara. Indonesia juga mendesak masyarakat internasional untuk mendorong perdamaian di Timur Tengah.

"Posisi Indonesia ini berdasarkan pada prinsip dalam Piagam PBB mengenai penghormatan atas kedaulatan dan integritas teritorial setiap negara, serta berbagai elemen yang terkandung pada resolusi-resolusi Dewan Keamanan terkait Dataran Tinggi Golan, antara lain Resolusi 242 (1967), 338 (1973) dan 497 (1981)," tulis Kemlu.

"Indonesia mendesak masyarakat internasional untuk terus menghormati hukum internasional dan piagam PBB serta tetap berpedoman kepada Resolusi PBB terkait dalam mendorong proses perdamaian di kawasan Timur Tengah," sambung Kemlu.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sebelumnya telah memutar balik kebijakan AS selama puluhan tahun dengan mengatakan sudah waktunya bagi Washington untuk mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang direbut dari Suriah pada 1967. Dalam sebuah twit, Trump menyatakan dataran tinggi tersebut memiliki 'nilai strategis dan sangat penting dari sisi keamanan bagi Negara Israel dan stabilitas regional'.

Israel mencaplok Golan pada 1981, namun langkah ini tidak diakui masyarakat internasional. Kecaman juga datang dari sejumlah pemimpin dunia seperti Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Iran Hassan Rouhani yang menilai AS tak punya kewenangan mengakui Golan sebagai wilayah Israel.

Keputusan Trump itu juga ditentang oleh lima negara Eropa yang menjadi anggota Dewan Keamanan PBB. Kelima negara tersebut: Belgia, Inggris, Prancis, Jerman dan Polandia bersikeras bahwa posisi Eropa tidak berubah dan bahwa Golan tetap sebagai wilayah Suriah yang diduduki Israel, sejalan dengan hukum internasional yang dinyatakan dalam resolusi-resolusi PBB.



Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.