Selasa, 21 Apr 2026

Internasional

Israel Hancurkan Rumah, Palestina Batalkan Berbagai Kesepakatan

Sabtu, 27 Jul 2019 08:49
EPA Keputusan diambil di tengah peningkatan ketegangan antara Israel dan Palestina.
JAKARTA - Presiden Palestina,MahmoudAbbas mengatakan Palestina tidak akan lagi mematuhi sejumlah kesepakatan yang sebelumnya ditandatangani dengan Israel.

Pernyataannya dikeluarkan setelah dilakukannya pertemuan darurat karena Israel menghancurkan rumah-rumah Palestina yang dianggap didirikan secara ilegal di daerah pendudukan di Tepi Barat.

Berbagai persetujuan yang ditandatangani dalam 25 tahun terakhir tersebut terkait dengan berbagai masalah, termasuk kerja sama pertahanan.

Israel masih belum merespons pernyataan ini.

Abbas mengatakan sebuah komite akan dibentuk untuk meninjau penerapan keputusan tersebut.

Ketegangan di antara Israel dan Palestina meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah dihancurkannya sejumlah rumah di Wadi Hummus, daerah Sur Baher yang dianggap Mahkamah Agung Israel didirikan terlalu dekat dengan perbatasan di Tepi Barat.

Sejumlah pihak memprotes aksi Israel menghancurkan rumah-rumah yang menyebabkan 17 orang kehilangan tempat tinggal.

Abbas memandang Israel bertanggung jawab atas kejadian terakhir, dengan menuduh Israel yang lebih dulu melanggar kesepakatan.

"Terkait dengan terus berlanjutnya tindakan otorita pendudukan (Israel) yang melanggar semua kesepakatan yang telah ditandatangani dan kewajibannnya, kami mengumumkan keputusan kepemimpinan untuk berhenti bertindak sesuai dengan persetujuan yang telah ditandatangani dengan pihak Israel," katanya seperti dikutip kantor berita resmi Palestina, Wafa.

Tidak jelas apa arti keputusan tersebut pada prakteknya atau apakah hal ini berlaku pada pengakuan Palestina atas Israel sendiri, yang dipandang sebagai inti kesepakatan damai Oslo 1993, yang menjadi dasar pemerintahan Palestina di daerah pendudukan Tepi Barat, Jerusalem Timur dan Jalur Gaza.

Abbas sebelumnya sudah pernah mengancam untuk membatalkan kesepakatan dengan Israel, tetapi hal ini tidak pernah diterapkan.

Di masa lalu Israel sudah memperingatkan bahwa menghapus kesepakatan dapat menyebabkan hancurnya Otorita Palestina, pemerintahan de facto Palestina.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 21 Apr 2026 09:00

    PWI Pusat Serahkan Uang Duka kepada Keluarga Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menyerahkan uang duka cita kepada keluarga almarhum Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Zulmansyah Sekedang, sebagai bentuk kepedulian dan pengho

  • Senin, 20 Apr 2026 21:09

    Dasco Pimpin Langsung Raker Bersama Pemerintah Bahas RUU PPRT

    JAKARTA - Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad memimpin secara langsung rapat kerja (Raker) yang digelar Badan Legislasi (Baleg) DPR, bersama pemerintah dalam rangka membahas rancangan Undang-

  • Senin, 20 Apr 2026 20:55

    DPR Usul Program MBG Masuk dalam Undang-Undang

    JAKARTA â€" Wacana penguatan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan peran Badan Gizi Nasional (BGN) kembali mencuat di tengah dinamika kebijakan publik nasional. Program tersebut dinilai perlu di

  • Senin, 20 Apr 2026 20:46

    Longsor TPST Bantargebang Tewaskan 7 Orang, Eks Kadis LH DKI Ditetapkan Tersangka

    JAKARTA â€" Aparat penegak hukum lingkungan menetapkan mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta, berinisial AK sebagai tersangka dalam perkara pengelolaan TPST Bantargebang.Insid

  • Senin, 20 Apr 2026 20:42

    Bahlil Ancam Rumahkan ASN yang Hambat Investasi Sektor Energi

    JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah mempercepat realisasi investasi di sektor energi. Ia bahkan mengancam akan 'merumahkan

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.