Selasa, 30 Jun 2026

Italia Gabung AS Pantau Militer Rusia dari Udara

Selasa, 18 Agu 2015 09:24
Sputnik
AS dan Italia akan melakukan penerbangan observasi terhadap Rusia

MOSKOW-Amerika Serikat (AS) dan Italia dilaporkan akan melakukan penerbangan observasi terhadap Rusia. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Nasional Kementerian Pertahanan Rusia untuk Pengurangan Risiko Nuklir, Sergey Ryzhkov.

Menurutnya, observasi ini bentuk implementasi dari perjanjian internasional Open Skies. Ryzhkov menambahkan, observasi ini akan dilakukan oleh kedua negara mulai 17 - 22 Agustus 2015. Observasi akan mencakup seluruh wilayah Rusia, termasuk perkembangan militernya.

"Dari 17 sampai 22 Agustus, dalam rangka perjanjian internasional Open Skies, misi gabungan dari AS dan Italia akan melakukan penerbangan observasi atas wilayah Federasi Rusia dengan menggunakan pesawat observasi Amerika OC-135B, yang bertolak dari Bandara di Novosibirsk, Rusia," ujar Ryzhkov, seperti diberitakan Sputnik, Selasa (18/8/2015).

Pesawat yang akan digunakan AS dan Italia tidak diperkenankan untuk membawa senjata jenis apapun. Barang-barang yang boleh dibawa hanyalah peralatan pengamatan, seperti kamera, dan barang-barang itu juga harus menjalani serangkaian pemeriksaan terlebih dahulu sebelum dapat digunakan.

"Semua barang yang dibawa dalam pesawat itu, termasuk kamera pengintai udara telah lulus sertifikasi internasional, dimana Rusia juga terlibat dalam pemeriksaan itu. Salah satu syarat sertifikasi adalah menghilangkan kemungkinan menggunakan sarana teknis yang dilarang oleh perjanjian," lanjutnya.

Perjanjian Open Skies sendiri sejatinya bukanlah sebuah perjanjian baru. Perjanjian ini sudah disepakati sejak 1992, dan menjadi salah satu alat untuk membangun kepercayaan antar negara-negara di Eropa pasca perang dingin.

Perjanjian yang diikuti oleh 34 negara itu, didominasi oleh negara-negara anggota NATO, yang memungkinkan negara-negara tersebut secara terbuka mengumpulkan informasi tentang kekuatan dan kegiatan militer dari masing-masing negara anggota perjanjian. Observasi yang dilakukan oleh Rusia dan negara anggota NATO biasanya diadakan secara timbal balik.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor