- Home
- Internasional
- Jaksa Turki: Jasad Khashoggi Dilarutkan Asam Sampai Tak Bersisa
Internasional
Jaksa Turki: Jasad Khashoggi Dilarutkan Asam Sampai Tak Bersisa
Jumat, 09 Nov 2018 11:33
ANKARA ? Jaksa penuntut Turki yang menyelidiki kasus pembunuhan Jamal Khashoggi telah menyimpulkan bahwa tidak ada yang tersisa dari jasad jurnalis Washington Post itu setelah dia dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul pada awal bulan lalu. Jasad Khashoggi diduga telah dihancurkan dengan menggunakan cairan asam.
Menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan kasus itu, kesimpulan tersebut diambil setelah penyelidik menemukan sisa zat asam yang diduga digunakan untuk menghancurkan jasad Khashoggi di saluran pembuangan yang terhubung dengan kediaman konsul jenderal Arab Saudi di Istanbul.
Pada Kamis, kantor jaksa penuntut Turki mengatakan kepada Al Jazeera bahwa jasad Khashoggi "dilarutkan total" dengan menggunakan cairan kimia setelah dia dibunuh pada 2 Oktober.
Menurut sumber pejabat Turki yang dilansir Middle East Eye, Jumat (9/11/2018), penyelidik Turki menemukan sisa hydrofluoric acid dan zat kimia lainnya dalam sampel yang diberikan oleh otoritas Saudi, yang sampai saat ini menolak memberikan akses kepada penyelidik untuk memeriksa sistem pembuangan yang terhubung dengan kediaman Konsul Jenderal Mohammad al-Otaibi. Sumber itu menambahkan bahwa regu kematian Saudi yang ditugasi membunuh Khashoggi telah melarutkan tubuh Khashoggi yang terpotong-potong di sebuah ruangan di rumah konsul menggunakan zat kimia.
Merespons temuan baru tersebut, tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz mengungkapkan keterkejutan dan kesedihannya atas apa yang menimpa sang jurnalis. Cengiz, mengatakan bahwa dia "tidak dapat mengungkapkan dukanya " atas berita bahwa tubuh Khashoggi telah dilarutkan.
"Mereka membunuhmu dan memotong tubuhmu, membuat saya dan keluargamu tidak dapat melakukan doa pemakaman dan menguburmu di Madinah seperti yang diinginkan," tulisnya di Twitter.
"Apakah para pembunuh ini dan mereka yang berada di belakangnya manusia?"
Pembunuhan brutal Khashoggi telah menimbulkan krisis di kerajaan Arab Saudi dan menodai citra dari Putra Mahkota, Mohammed bin Salman yang diduga kuat terlibat di belakang pembunuhan tersebut.
Meski telah mengakui bahwa pembunuhan Khashoggi terjadi di dalam
gedung konsulat, sampai saat ini Riyadh menolak mengungkapkan apa yang
terjadi pada jasad Khashoggi. Jaksa penuntut Arab Saudi juga mengatakan
tidak mengetahui di mana jasad pria berusia 69 tahun itu berada.
(okezone.com)
Internasional
Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan
JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih
Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda
PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama
LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha
JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang
Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir
Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d
OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie