- Home
- Internasional
- Jerman sebut kesepakatan nuklir Iran membuat dunia aman
Internasional
Jerman sebut kesepakatan nuklir Iran membuat dunia aman
Kamis, 24 Mei 2018 11:20
Jerman mengatakan kepada pejabat senior Amerika Serikat bahwa Eropa masih satu sikap mendukung kesepakatan nuklir dengan Iran karena mengkhawatirkan munculnya perlombaan senjata nuklir di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menarik diri dari perjanjian tersebut pada awal bulan ini dan menolak imbauan dari sekutu mereka di Eropa, yang menilai kesepakatan nuklir telah berhasil membatasi kemampuan Iran mengembangkan senjata atom.
Pembatalan terhadap perjanjian ini akan membuat Iran kembali menjalankan program nuklir mereka dan hal ini "Sangat membahayakan keamanan Eropa", kata Menteri Luar Negeri Jerman Heiko Maas kepada sejumlah wartawan setelah menemui Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat John Bolton, dilansir dari Antara, Kamis (24/5).
"Eropa masih satu sikap mengenai perjanjian nuklir dengan Iran dan sikap itu tidak akan berubah. Kami tidak ingin ada perlombaan senjata nuklir di kawasan tetangga kami," kata Maas.
Sementara itu pada hari yang sama, Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei mengatakan penolakan Trump terhadap kesepakatan nuklir menunjukkan bahwa Iran tidak bisa lagi berunding dengan negara yang tidak memenuhi komitmennya sendiri.
Maas, yang rencananya akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo, menggambarkan pembicaraanya dengan Bolton, tokoh yang terkenal punya pandangan keras terhadap Iran, sebagai perjumpaan yang jujur dan konstruktif.
Maas mengatakan bahwa negara-negara Eropa, sebagaimana Amerika Serikat, juga khawatir terhadap pengembangan senjata rudal di Iran dan agresivitas negara itu di Timur Tengah. Namun persoalan itu harus dibahas tanpa harus merusak kesepakatan nuklir, kata Maas.
Sebelumnya Senin lalu, Pompeo mengancam akan memberlakukan sejumlah sanksi paling berat terhadap Iran jika Teheran tidak mengurangi aktivitas mereka di kawasan. Pompeo menuding Teheran telah mempersenjatai kelompok-kelompok di Suriah, Libanon, dan Yaman.
Pejabat tinggi kementerian luar negeri yang menandatangani perjanjian nuklir dengan Iran pada 2015 lalu, terdiri dari Inggris, China, Prancis, Jerman, dan Rusia akan bertemu dengan perwakilan Iran pada Jumat pekan ini di Wina.
Pertemuan itu akan membahas apa yang bisa dilakukan agar kesepakatan nuklir tetap bisa berjalan dan bagaimana mengakali sanksi Amerika Serikat yang berpotensi membuat lesu ekonomi Iran.
Maas mengaku dirinya memperkirakan pertemuan itu akan berjalan 'sulit', tanpa menjelaskan lebih jauh.
Prabowo dan Lukashenko Bahas Roadmap Bilateral Indonesia-Belarus 2026-2030
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Aleksandr Lukashenko akan meluncurkan roadmap atau peta jalan kerja sama bilateral Indonesia-Belarus periode 2026-2030. Roadmap ini akan mencakup sejum
Pilot Amerika Diduga Tewas dalam Pembakaran Pesawat di Bandara Ipdeheik Papua, Ini Identitasnya
JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan bahwa pilot asal Amerika Serikat, Nicholas F. Goselin, tewas dalam insiden pembakaran pesawat perintis di Bandara Ipdeheik, Balinggama, Yahukimo
KPK Panggil 3 Pegawai Imigrasi Jakbar Terkait Kasus Izin Tinggal WNA
Jakarta - KPK kembali memanggil sejumlah saksi terkait perkara pemerasan izin tinggal WNA di Ditjen Imigrasi yang menjerat Wamen Imipas Silmy Karim. Hari ini, sejumlah pegawai pada Kantor Imigrasi Kel
Jaksa di Sidang dr Tifa: Jokowi Alami Kerugian Imateriil dan Merasa Dihina
Jakarta - Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Tifauzia Tyasumma alias dr Tifa melakukan fitnah, penghinaan hingga pencemaran nama baik Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Jaksa menyebut akibat perbuata
Paripurna DPR Sepakat RUU Pusat Finansial Internasional Masuk Prolegnas 2026
Jakarta - Rapar paripurna DPR menyepakati rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026 sebagai usul inisiatif pemerint