Minggu, 21 Jun 2026

Internasional

Jika Filipina Payah, Militer Indonesia Bisa Ganyang Abu Sayyaf

Jumat, 06 Mei 2016 15:28
SITE Intelligence Group
Kelompok militan Abu Sayyaf.

MANILA – Pemerintah Filipina yang kuat diperlukan untuk memecahkan krisis penyanderaan oleh kelompok Abu Sayyaf di Mindanao. Sebab, hal itu untuk menghindari intervensi militer asing, termasuk militer Indonesia.

Jika Pemerintah Filipina payah di Mindanao, militer Indonesia atau negara lain bisa datang mengganyang Abu Sayyaf demi menyelamatkan warganya. Demikian kritik Ketua Palang Merah Filipina yang juga calon senator, Richard Gordon.

Calon senator Filipina ini dalam wawancaranya dengan Inquirer menyatakan tidak setuju dengan cara pembebasan 10 sandera asal Indonesia. Menurutnya, ada laporan bahwa 10 WNI itu dibebaskan setelah perusahaan kapal bertemu membahas tebusan dengan Abu Sayyaf.

Pihak perusahaan Kapal Patria Maritime Line sudah membantah membayar tebusan 50 juta peso atau sekira Rp14 miliar kepada Abu Sayyaf. Pemerintah Indonesia juga sudah membantahnya.

"Kita harus preventif dan memberikan pemerintahan yang kuat di Sulu dan daerah lain di mana Abu Sayyaf memerintah," kata Gordon.

Pengacara kemanusiaan berusia 70 tahun ini mengatakan bahwa jika pemerintah selanjutnya gagal untuk memberikan pemerintahan yang kuat di wilayah tersebut, pasukan militer asing mungkin melakukan misi penyelamatan sandera di negara ini.

"Itu bisa terjadi kepada kita bahwa Indonesia, Malaysia, atau Kanada akan datang ke sini dan melakukan hal-hal kepada (warga) mereka sendiri," katanya.

"Pasukan Israel melakukan itu ketika mereka melakukan misi penyelamatan di Uganda (1976) dan mereka (Uganda) menjadi bahan tertawaan," lanjut dia, Jumat (6/5/2016). Ia mengatakan, dalam kasus tersebut tidak berarti bahwa tak ada pemerintahan di sana ketika itu.

"Lalu saat ada atau tidak adanya pemerintah, kekosongan yang harus diisi tidak dengan menembak saudara-saudara Muslim kami, tapi dengan menyediakan pemerintahan dan kepemimpinan yang adil, yang akan mengangkat kehidupan masyarakat. Ini adalah apa yang kita butuhkan di daerah-daerah," ujar Gordon.

Konstitusi di Filipina sendiri melarang militer asing masuk ke wilayah Filipina dalam kasus apa pun. Hal itulah yang membuat Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak bisa leluasa bertindak untuk membebaskan para sandera Indonesia. Saat ini masih ada empat WNI yang disandera kelompok bersenjata di Filipina selatan yang diduga Abu Sayyaf.

Komentar calon senator Filipina itu muncul setelah Abu Sayyaf merilis video pemenggalan warga Kanada, John Ridsdel. Kelompok tersebut juga mengeluarkan ultimatum untuk pemenggalan tiga sandera asal Kanada, Norwegia, dan Filipina. (okezone.com)

Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 08 Sep 2025 16:24

    Rusia Kembangkan Vaksin Kanker Baru, Pengujian Awal Diklaim 100% Sukses

    Rusia telah meluncurkan EnteroMix, sebuah vaksin perawatan kanker baru yang dilaporkan menunjukkan efikasi 100 persen dalam uji klinis awal. EnteroMix dikembangkan dengan teknologi yang mirip dengan v

  • Senin, 08 Sep 2025 16:09

    Transformasi Wanita AS usai Operasi Peninggi Badan, dari 117 Cm Jadi 151 Cm

    Chandler Crews (31) di Maryland, Amerika Serikat menceritakan pengalamannya menjalani operasi peninggi badan yang kontroversial. Crews lahir dengan kondisi genetik langka anchondroplasia, yang membuat

  • Senin, 08 Sep 2025 13:37

    Badai Dahsyat Tapah Dekati Hong Kong Picu Penutupan Bisnis dan Sekolah

    Hong Kong menutup sekolah dan banyak bisnis pada Senin (8/9/2025) karena Badai Tropis Tapah yang membawa angin kencang dan hujan lebat, mendekati wilayah tersebut dalam jarak 170 km. Badai itu memenga

  • Senin, 08 Sep 2025 10:40

    Jepang Gelar Upacara Perayaan Usia Dewasa Pangeran Hisahito

    Jepang menyelenggarakan upacara perayaan usia dewasa bagi Pangeran Hisahito, anggota keluarga kekaisaran pria pertama yang resmi mencapai usia dewasa dalam 40 tahun terakhir.Pangeran Hisahito, yang me

  • Senin, 08 Sep 2025 09:32

    Trump Keluarkan ‘Peringatan Terakhir’ untuk Hamas Soal Kesepakatan Sandera

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan pernyataan tegas terhadap Hamas, mendesak kelompok militan Palestina itu agar menerima kesepakatan pembebasan sandera dari Gaza.“Israel telah mener

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.