- Home
- Internasional
- Jika Terjadi Perang AS-Iran, Trump: Itu Tak Akan Berlangsung Lama
Internasional
Jika Terjadi Perang AS-Iran, Trump: Itu Tak Akan Berlangsung Lama
Kamis, 27 Jun 2019 09:58
Trump menyatakan bahwa perang antara AS dan Iran tak akan berlangsung lama. "Itu tak akan berlangsung sangat lama, saya bisa katakan itu," kata Trump dalam wawancara di Fox News seperti dilansir dari kantor berita AFP, Kamis (27/6/2019).
"Saya tidak bicara tentang pasukan darat. Saya tidak mengatakan kita akan mengirimkan sejuta tentara," tutur Trump. "Saya cuma mengatakan bahwa jika sesuatu terjadi, itu tak akan berlangsung sangat lama," imbuhnya.
"Saya mengenal banyak orang Iran. Saya sangat menyukai orang Iran, dan hal itu juga berperan dalam keputusan Anda. Mereka umat manusia. Mereka warga. Saya tidak ingin membunuh 150 orang," imbuhnya.
Sebelumnya, Trump telah menyetujui untuk melakukan serangan militer ke sejumlah target Iran. Pada Kamis (20/6) malam, antara pukul 19.00 hingga 20.00 waktu AS, personel-personel militer AS di kawasan Teluk melakukan persiapan akhir untuk serangan udara. Dalam hitungan menit sebelum serangan dilancarkan, Trump sekali lagi bertemu dengan tim penasihat dan jajaran pejabat militer AS. Ini menjadi kesempatan terakhir Trump sebagai Presiden AS untuk menyatakan keberatan atas operasi militer itu dan membatalkannya. Momen ini diceritakan Trump dalam wawancara terbaru dengan program NBC 'Meet the Press'.
"Mereka datang sekitar setengah jam sebelumnya. Dan mereka berkata, 'Pak, kami siap. Kami membutuhkan keputusan.' Saya katakan, 'Saya ingin tahu sesuatu sebelum Anda pergi. Berapa banyak orang yang akan tewas, dalam hal ini, warga Iran?'" tutur Trump merujuk pada jajaran pejabat tinggi militer AS.
Seorang pejabat senior AS mengatakan bahwa selama proses pengambilan keputusan, Trump sangat terlibat dan sangat serius. Trump, sebut pejabat itu, sangat memahami bahwa militer tidak bisa memprediksi apa respons Iran jika serangan dilancarkan dan tetap menjadi perhatian penting untuk tak memperluas perang.
Jajaran militer AS disebut merasa lega karena Trump tidak mengambil keputusan penting, yakni melancarkan serangan, yang didasari ketidakpastian.
Sumber: detik.com
Internasional
Pengedar “Pil Setan” di Dua Desa Lirik Dibekuk, Puluhan Butir Disita Dari Dua Tersangka
INHU - Di balik geliat aktivitas masyarakat yang tampak biasa di Kecamatan Lirik, terselip pergerakan gelap peredaran narkotika yang akhirnya berhasil diendus aparat kepolisian. Melalui serangkaian pe
PBB dan UE Perkirakan Rekonstruksi Gaza Butuh Biaya Rp1,2 Kuadriliun
JAKARTA â€" Uni Eropa (UE) dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada Senin (20/4/2026) memperkirakan bahwa lebih dari USD71 miliar (sekitar Rp1,218 kuadriliun) akan dibutuhkan selama satu dekade
Trump Tak Akan Buka Blokade Selat Hormuz Sampai Kesepakatan dengan Iran Tercapai
JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat (AS) tidak akan mencabut blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sampai kesepakatan dengan Teheran tercapai. Pernyataan tersebut
Kemlu Sebut 13 WNI Terdampak Kebakaran di Sabah Malaysia
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mencatat sebanyak 13 warga negara Indonesia (WNI) terdampak kebakaran di wilayah pemukiman di Sandakan, Sabah, Malaysia, yang terjadi pada Minggu
Wacana Pesawat Militer AS Bebas Terbang di Indonesia, Penasihat Khusus Presiden: Tidak Boleh!
JAKARTA - Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional, Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, memberikan pernyataan tegas terkait kedaulatan wilayah udara Indonesia. Ia menekankan,