Sabtu, 20 Jun 2026
  • Home
  • Internasional
  • Kapal Nelayan Tenggelam di Laut China Selatan, Vietnam Marah ke China

Internasional

Kapal Nelayan Tenggelam di Laut China Selatan, Vietnam Marah ke China

Jumat, 22 Mar 2019 14:19
Detik.com
Ilustrasi Foto pulau buatan China di Laut China Selatan
HANOI - Sebuah kapal nelayan berbendera Vietnam tenggelam setelah dikejar kapal pengintai maritim China di perairan Laut China Selatan yang menjadi sengketa. Pemerintah Vietnam pun marah atas insiden itu dan melayangkan protes kepada pemerintah China.

Diketahui bahwa Vietnam dan China selama bertahun-tahun terlibat pertikaian terkait perairan yang kaya energi dan disebut Laut Timur oleh Vietnam itu

Seperti dilansir Reuters, Jumat (22/3/2019), Kementerian Luar Negeri Vietnam dalam pernyataannya menyebut bahwa insiden ini terjadi saat kapal nelayan itu tengah berlabuh di dekat Pulau Da Loi, gugusan Kepulauan Paracel pada 6 Maret lalu.

Menurut Kementerian Luar Negeri Vietnam, saat itu sebuah kapal pengintai maritim China (China Maritime Surveillance) mengejar kapal nelayan dan menembakkan meriam air ke arah kapal tersebut.

Kapal nelayan Vietnam itu tenggelam setelah menabrak karang saat dikejar kapal China. Lima nelayan yang ada di dalam kapal tersebut, menurut Kementerian Luar Negeri Vietnam, berhasil diselamatkan oleh sebuah kapal nelayan Vietnam lainnya yang berlayar di dekat lokasi.

Badan penyelamat Vietnam sebelumnya menyebut kapal China itu sempat menabrak kapal nelayan Vietnam tersebut.

"Kapal China melakukan tindakan yang melanggar kedaulatan Vietnam atas kepulauan Hoang Sa, mengancam nyawa-nyawa dan merusak properti dan kepentingan sah dari nelayan-nelayan Vietnam," sebut Kementerian Luar Negeri Vietnam dalam pernyataannya, merujuk pada sebutan versi Vietnam untuk Kepulauan Paracel.

Atas insiden ini, otoritas Vietnam telah melayangkan nota protes kepada Kedutaan Besar China di Hanoi. Vietnam juga menuntut Badan Pengintaian Maritim untuk mencegah insiden serupa kembali terjadi. China juga diminta memberikan kompensasi yang pantas untuk para nelayan Vietnam yang menjadi korban.

Dalam pernyataan terpisah, juru bicara Kementerian Luar Negeri China seperti dikutip media-media China memberikan pernyataan bertolak belakang.

Disebutkan juru bicara tersebut bahwa kapal nelayan Vietnam itu sudah tenggelam saat kapal China tiba di lokasi. Juru bicara tersebut mengklaim bahwa awak kapal China menjadi pihak yang menyelamatkan para nelayan Vietnam tersebut.

Diketahui bahwa China mengklaim 90 persen wilayah perairan Laut China Selatan, di mana China membangun instalasi-instalasi militer dan lainnya di pulau-pulau buatan. Klaim China ini memicu gejolak di kawasan tersebut. Selain Vietnam, Laut China Selatan juga menjadi sengketa Filipina, Malaysia, Brunei Darussalam dan Taiwan.


Sumber: detik.com
Internasional
Berita Terkait
  • Jumat, 19 Jun 2026 17:15

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI - Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedaulatan energi nas

  • Jumat, 19 Jun 2026 17:11

    Kodim 1714/Puncak Jaya Laksanakan Kegiatan Jumat Sehat

    Mulia â€" Kodim 1714/Puncak Jaya kembali melaksanakan kegiatan Jumat Sehat yang diikuti oleh prajurit dan anggota Persit KCK Cabang XLI Dim 1714/PJ. Kegiatan ini merupakan agenda rutin satuan yang ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:26

    Hadir di Ttengah Kesulitan, Satlantas Polres Inhu Salurkan Air Bersih untuk Warga

    RENGAT-Kepedulian terhadap sesama ditunjukan jajaran Satuan Lalulintas (Satlantas) Polres Indragiri Hulu (Inhu) yang hadir ditengah kesulitan warga yang membutuhkan, dengan menyalurkan bantuan air ber

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:23

    Tepis Isu Sulit Dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Riau Jelaskan Aturan Baru Ekspos Berita Sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023

    PEKANBARU - Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah (Polda) Riau, Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, SH, MSi memaparkan mekanisme terbaru terkait komunikasi publik di lingkung

  • Jumat, 19 Jun 2026 16:19

    Lewat Literasi Digital, PHR Dukung Wartawan Semakin Adaptif dan Profesional

    DURI, 19 Juni 2026 â€" Di tengah derasnya arus disrupsi teknologi dan kompleksitas informasi industri hulu migas, kolaborasi solid antara industri dan jurnalis menjadi kunci utama dalam mengawal kedau

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.