Selasa, 30 Jun 2026

Kayla Mueller Diduga Diperkosa Pemimpin ISIS sebelum Tewas

Sabtu, 15 Agu 2015 11:55
dok.Okezone
Ilustrasi

WASHINGTON-Pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi, dituduh memperkosa sandera asal Amerika Serikat (AS), Kayla Mueller (26), beberapa kali sebelum dia meninggal awal tahun ini.

Tuduhan itu bersumber dari pejabat kontra-terorisme AS, orangtua Kayla dan dua gadis Yazidi yang dijadikan budak seks oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Laporan dari pejabat kontra-terorisme AS menyatakan, Kayla yang merupakan pekerja kemanusiaan AS, dibawa Baghdadi ke rumah Abu Sayyaf, seorang komandan ISIS untuk operasi minyak dan gas.

Para pejabat itu semula berpikir bahwa Kayla hendak dipaksa menikah dengan Abu Sayyaf. Tapi, Abu Sayyaf tewas oleh serangan AS di Suriah pada Mei 2015. Para pejabat itu lantas meyakini bahwa Baghdadi telah berulang kali melakukan serangan seksual terhadap Kayla selama melakukan kunjungan rutin ke rumah Abu Sayyaf.

Keyakinan pejabat kontra-terorisme AS itu juga diperkuat testimoni sejumlah sumber termasuk dua gadis remaja Yazidi yang juga ditahan sebagai budak seks. Istri Abu Sayyaf, Umm, yang diinterogasi setelah serangan itu juga membenarkannya.

Sedangkan orang tua Kayla Mueller, Carl dan Marsha, kepada ABC , semalam (14/8/2015) juga menegaskan penjelasan Pemerintah AS mengtakan kepada mereka, bahwa Baghdadi memperkosa putri mereka.

Kayla Mueller, pekerja kemanusiaan asal Prescott, Arizona, sempat jadi sorotan dunia. Sebab, sejak usia muda, hidupnya didedikasikan untuk menolong orang-orang yang menderita. Kayla juga tergabung dalam kelompok yang menentang pendudukan Israel terhadap wilayah Palestina. "Kami diberitahu bahwa Kayla disiksa, bahwa dia adalah milik al-Baghdadi. Kami diberitahu pada bulan Juni oleh pemerintah," kata orang tua Kayla.

Kayla Mueller ditangkap dan disandera ISIS selama sekitar 1,5 tahun sebelum dia meninggal. Namun, penyebab kematiannya sampai saat ini masih misterius. ISIS menuduh, Kayla tewas oleh serangan Yordania yang dendam pada ISIS. Tapi, Pemerintah AS tak percaya dan meyakini Kayla tewas dibunuh oleh militan ISIS.

(okezone.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Selasa, 30 Jun 2026 16:47

    Kemendes PDT dan FAO Gelar Pelatihan Perkuat Tata Kelola Sistem Pangan Berkelanjutan

    JAKARTAâ€" Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT), bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hari ini meluncurkan program pelatih

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:12

    Spesialis Curanmor Dibekuk Polsek Ukui, Dadung Beraksi Dua Kali dengan Komplotan Berbeda

    PELALAWAN â€" Unit Reskrim Polsek Ukui berhasil membongkar dua kasus pencurian sepeda motor (curanmor) yang terjadi di wilayah Kecamatan Ukui. Dari pengungkapan tersebut, polisi menangkap pelaku utama

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:09

    LPSK Bentuk Tim Pengawal Kasus Kematian Dokter Icha

    JAKARTA - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) mengerahkan tim untuk mengawal kasus kematian Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha. Hal itu dilakukan untuk mendalami perkara yang

  • Selasa, 30 Jun 2026 16:05

    Dipercaya 23,3 Juta Pengusaha Ultra Mikro, Ini Rahasia Tata Kelola PNM dari Hulu ke Hilir

    Survei lembaga riset independen INDEKSTAT 2025 mencatat pendapatan bersih nasabah PNM Mekaar meningkat dari Rp2,02 juta menjadi Rp2,90 juta per bulan, atau bertambah sekitar Rp875 ribu setiap bulan, d

  • Selasa, 30 Jun 2026 15:37

    OJK Serius Tanggapi Peringatan MSCI Terkait Risiko ke Frontier Market

    Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan keseriusan merespons peringatan lembaga indeks global MSCI terkait potensi penurunan status pasar modal Indonesia dari emerging market menjadi frontie

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor