Senin, 04 Mei 2026

Internasional

Kesalahan Teknis, Buruh Pabrik Dapat Bonus Dadakan Rp 500 Juta

Rabu, 14 Nov 2018 10:48
Dok: Reuters
Brussels - Para buruh di sebuah pabrik baja di Belgia mendapat kejutan luar biasa saat rekening mereka mendadak bertambah 30 ribueuro atau setara Rp500 juta.

Meskipun demikian, sebagian dari mereka langsung curiga 'bonus' dadakan itu merupakan kesalahan teknis. Media lokal Belgia menyebut, bonus yang seharusnya dibagikan adalah 100 euro (Rp1,7 juta).

Tapi ada juga yang langsung memanfaatkan bonus tersebut. Mereka menggunakan uang kaget itu untuk membayar utang, bahkan ada juga yang langsung mencoba peruntungannya di kasino.

Sayangnya, bonus itu memang kesalahan dan kini perusahaan yang berlokasi di Charleroi itu menginginkan uang mereka kembali.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Tidak jelas bagaimana 'bonus' itu bisa tersebar ke 230 pekerja pabrik Thy-Marcinelle yang memproduksi baja itu. Namun, mantan perwakilan serikat pekerja Giuseppe Picciuto mengatakan 'beberapa orang' kini dipecat.

Adapun karyawan Thy-Marcinelle, menurut situs berita Sudinfo, umumnya mendapat upah bulanan sebesar 1.600 euro atau Rp27 juta.

"Saya sangat terkejut melihat begitu banyak uang di rekening," ujar salah satu karyawan yang tidak ingin disebutkan namanya.

"Tapi, itu jelas kesalahan, jadi saya tidak menyentuh uang itu. Saya hanya mengambil sejumlah gaji, dan membiarkan sisanya."

"Masalahnya, saya tahu beberapa orang yang membelanjakan sebagian uang itu. Ada yang menghabiskannya di kasino, ada yang membayar utang, ada juga yang uangnya langsung ditarik kembali oleh bank secara otomatis," paparnya.

Bagaimana hukumnya?

Undang-undang tenaga kerja Belgia menyatakan dengan jelas: jumlah uang yang diberikan tidak dalam kapasitas semestinya harus dikembalikan dalam keadaan utuh, sebut pengacara pembela hak buruh Etienne Piret kepada jaringan televisi RTL.

"Walaupun," dia menambahkan, "jika mereka mengklaim, kendati meragukan, bahwa mereka bertindak atas niat baik atau benar-benar yakin mereka berhak atas bonus tersebut."

Meskipun demikian Piret mengatakan, pekerja bisa mengajukan penundaan pembayaran, jika mereka sudah terlanjur membelanjakan 'uang kaget' tersebut.



(detik.com)
Internasional
Berita Terkait
  • Senin, 04 Mei 2026 15:13

    Benarkah Makan Buah Apel Bisa Bikin Kurus?

    JAKARTA - Benarkah makan buah apel bisa bikin kurus? Yuk simak jawabannya. Di balik tampilan buah apel yang biasa, terdapat manfaat besar yang bisa didapat oleh tubuh, salah satunya dalam penurunan be

  • Senin, 04 Mei 2026 15:08

    Dokter Internship Meninggal, Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia Desak Bentuk Tim Audit

    JAKARTA - Majelis Guru Besar Kedokteran Indonesia (MGBKI) mendesak adanya audit dan pembentukan tim audit terkait kasus meninggalnya dokter internship.Salah satu kasus terbarunya adalah kepergian dr.

  • Senin, 04 Mei 2026 14:29

    Waspada Heatstroke Saat Haji, Dokter Ingatkan Bahaya Suhu 40 Derajat Celsius

    Madinah - Cuaca panas ekstrem mulai menjadi perhatian serius bagi jemaah haji Indonesia. Suhu siang hingga sore hari mendekati musim haji diperkirakan mencapai 40 derajat Celsius. Suhu ekstrem ini men

  • Senin, 04 Mei 2026 14:16

    Kronologi dan Modus Pengasuh Pondok Pesantren di Pati Cabuli Puluhan Santriwati

    Kasus asusila ini terungkap saat Ali Yusron sebagai pengacara salah satu korban, membongkar modus terduga pelaku yang tega mencabuli puluhan santriwati. Ali menyebut bahwa terduga kiai cabul awalnya m

  • Senin, 04 Mei 2026 14:05

    Terapkan Ajaran Ki Hajar Dewantara: Pemprov Riau Fokus Bangun Karakter Siswa

    PEKANBARU â€" Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Provinsi Riau menjadi wadah refleksi mendalam terhadap hakikat pendidikan seutuhnya. Ratusan peserta mengikuti upacara peringatan yang

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.